MELEMPAR JUMROH
MELEMPAR JUMROH Setelah salat magrib waktu itu, kami rombongan naik bus ke Muzdalifah. Seperti yang sudah terlihat sebelum ke Arafah, hamparan sajadah dan karpet sudah terbentang di pasir area terbuka. Subhanallah area pegunungan batu yang luas. Pak Pembimbing Haji mengemukakan bahwa setelah Wukuf di Arafah, bada magrib kita akan mabit di Muzdalifah. Ya, saat menuliskan kembali cerita dari wukuf Arofah dan mabit di Muzdalifah, lantas pagi harinya siap melempar jumroh, saya merasa diingatkan oleh Prof Naim yang tadi siang sedang siap-siap pergi melempar jumroh. Luar biasa! Setelah mabit di Muzdalifah seperti telah saya paparkan pada tulisan sebelumnya, pagi hari setelah subuh kami satu rombongan KBIH dan peserta haji lain, beranjak menuju jalan raya. Berjalan beriringan di antara ribuan jamaah haji, dengan maksud menunggu bus untuk pergi ke Jamarot Mekah untuk melempar jumroh. Lama sekali menunggu bus. Tak ada satu pun bus yang kosong. Itu pun jarang sekali ...