Postingan

PAk Camat yang Purnatugas

 Purnatugas hanya soal dinas Pemimpin tuntas tetap di hati dan pas Sepak terjang Pak Camat yang hebat Sungguh membuat kita kuat Sungguh membuat kita semangat Pedih Pak Camat semakin kita buktikan untuk meraih Duka Pak Camat semakin kita sukses kinerja Pak Camat lebih dari seorang Kadisdik Pemimpin pendidikan juga masyarakat Purna tugas hanya soal sekat administrasi Inspirasi Pak Camat akan terus memotivasi  Dedikasi melangit Pada qolbu  Torehkan du'a Bahagiakan Pak Camat Istanakan hidup di dunia dan akhirat kelak Hanya soal waktu, pemimpin Kami tetap Pak Camat Hebat. Cihampelas, 29 Mei 2026 🙏😭 Duka kmh bet ngeclak ci Soca

KURBAN SAPI VERSUS KURBAN SAPU (Pentigraf)

 KURBAN SAPI VERSUS KURBAN SAPU Sakumaha biasa mangsana libur atawa hari besar Islam, Iteung sok balik ka lembur. Pon Kitu deui mangsa kurban poe ieu. Iteung balik Jeung salaki bari mawa oleh-oleh saayana.  Lantaran Iteung ngilu kurban, di Imah nujadi indung geus nyampakeun daging  kurban. Daging èta dipangmawakeun ku lanceukna,  ti  Bibi nu  motong atawa panitia  kurban. "Htr nuhun A!  Mantap eun!" Panuhun Iteung ka A Maman lanceukna dina telepon.  Iteung jeung salakina  ngahaja ti Imah geus mawa oleh-oleh keur nu di lembur. Biasana Mun ka lembur sok meuli wajit. Tah mangsa ayeuna mah oleh-oleh teh nyaèta sapu kawis  genep siki. Salaki Iteung nanya ka Iteung, yen kunaon bet mawa sapu. Iteung nèmbal pajar teh baturmah kurban sapi, nya urangmah qurban sapu. Cèk salakina ditembal deui, atuh qurban sapi versus qurban sapu, Iteung. Beu! Cag ah! Cihampelas, 28 Mei 2028.  Balik Qurban TI lembur

SELALU SAJA BERTANYA

 SELALU SAJA BERTANYA Ibarat mobil tua, semakin tua mobil semakin aus dan rapuh segala peralatan nya. Manusiawi pula jika orang semakin tua, ya ibu/ bapak kita semakin rapuh raganya, rapuh juga pemikirannya. Pemikiran orang semakin tua kembali seperti anak-anak. Apapun keinginan mereka harus cepat dipenuhi. Jika belum terpenuhi, terus saja nagih dan menanyakan apa yang diinginkan.  Usia ibu saya memasuki usia 78 tahun. Naah, seperti nya ibu pun sudah kembali seperti anak-anak lagi. Kalau satu waktu saya janji mau pulang ke rumah ibu, dipastikan di hari itu terus bertanya, "kapan pulang?" Sampai-sampai mau makan pun terkadang menuggu saya datang. Oleh karena itu betul menurut agama yang mewajibkan anak untuk selalu memuliakan orang tua, baik saat mereka masih kuat maupun sudah ujur Naah, begitulah orang tua. Ibu semakin layu, semakin lesu. Secara fisik Ibu layu, lesu, tapi ya Alloh jangan ambil kelayuan Ibu dari psikisnya. Moga Engkau tetap memberi hidayah mu, agar Ibu tetap m...

KARTINI ERA DIGITAL PEREMPUAN HEBAT DAN BERMARTABAT

 KARTINI ERA DIGITAL PEREMPUAN HEBAT DAN BERMARTABAT Oleh N. Mimin Rukmini Kepala SMP Negeri 3 Cililin Peringatan Hari Kartini menjadi momentum refleksi bagaimana keberadaan kiprah dan martabat perempuan Era Digital saat ini. Sebut saja Kartini Era Digital karena berharap perempuan saat ini memiliki pemikiran yang selaras dengan nilai-nilai pemikiran RA Kartini saat itu. Pemikiran RA Kartini sekitar tahun 1900-an jauh melampaui batas pemikiran perempuan zaman Hindia Belanda saat itu. Hal tersebut dibuktikan dengan surat-surat RA Kartini kepada sahabat- sahabatnya di Belanda, ikhwal cita-cita dan harapan bagaimana perempuan Jawa ingin ada kesejajaran dengan kaum laki-laki dalam hal pendidikan dan kekesetaraan kerja atau pun kehidupan.  Pada akhirnya surat-surat RA Kartini walau Beliau sudah wafat tahun 1904, dikumpulkan menjadi buku dengan judul "Habis Gelap Terbitlah Terang".  Makna dari judul tersebut menandakan setelah adanya kegelapan bagaimana RA Kartini berjuang tent...

Puisi "ISTANA BAHASA"

 ISTANA BAHASA Istana bahasa Makna kata megah Menjadikan mimpi  masa depan semakin indah Istana bahasa Menyelinap pada sofa,  Lentera, lampu, gemerlap Istana bahasa Singgah merekah Pada bunga di taman jaya Hingga usai menggelar karya Istana bahasa Angan berlapis baja Tetap menghamba Pada Zat Maha Perkasa Otw Purwakarta, 25 April ketika membaca tulisan dan Foto Sahabat "Masa Lalu, Masa Depan"

Dongeng "KULIT PISANG DAN SUARA TANPA RAGA"

 KULIT PISANG DAN SUARA TANPA RAGA Oleh N. Mimin Rukmini Elis dan Nina adalah siswa kelas tujuh baru saja keluar dari halaman sekolah. Mereka terlihat ceria. "Lis, tadi di kelas pelajaran IPA seru banget!" "Seru apaan tuh?" tanya Elis. "Bu Santi mengajarkan cara membuat enzim pupuk organik." "Ajarin aku dong, Nin!" "Ih, kelas kamu juga nanti kebagian, hari Jumat, kan, ya? Kamu ada pelajaran IPA?" "Iya, sih," jawab Elis pelan. Elis dan Nina, sembari bercerita, terus saja melangkahkan kaki menuju rumah mereka. Perjalanan dari sekolah ke rumah memakan waktu sekitar satu jam. Tiba-tiba, dari seberang jalan terdengar suara, "Tolong, Nak, tolong!" Elis dan Nina kaget. Tidak biasanya ada suara minta tolong. Elis dan Nina menengok ke kiri, menengok ke kanan, melihat ke atas, juga ke bawah. "Nina, tuh di bawah pohon ada kantong kresek hitam. Suara itu seperti dari dalam kresek," seru Elis sambil mendekatkan wajahnya...

Menulis dan Ditulis

 Menulis dan Ditulis Menulis dan ditulis merupakan kegiatan aktif dan pasif. Saya membaca tulisan Prof Naim bahwa orang yang jejak langkahnya ditulis adalah orang-orang besar atau orang luar biasa yang berjasa pada bangsa dan negara. Naah, bagaimana jika kita adalah orang biasa saja? Kita lihat perintah awal dari Alloh SWT. Quran surat Al-Alaq yang  artinya 'Bacalah! Tuhanmu Yang Mahamulia. Yang mengajarkan (manusia) dengan pena. Pena dalam arti tulisan dan simbol peradaban, ilmu pengetahuan, serta sarana pengajaran manusia oleh Allah SWT untuk mencatat, menyimpan, dan menyebarkan ilmu pengetahuan. Betapa pentingnya antara membaca dan mencatat atau menulis. Menurut hemat penulis betapa pula jejak harian yang tertinggal, tertinggal pula tanpa bekas jika tidak dituliskan. Sebagai manusia biasa, apa yang ditulis minimal jejak harian yang berkesan. Berkesan dalam tanda kutip. Boleh jadi  yang mengganggu pikiran atau sebaliknya menyamankan diri. Penulis menyadari beban kerja, ...