Resensi Buku Jurus Jitu Menjadi Penulis Andal Bersama Pakar
Judul Buku: Jurus Jitu Menjadi Penulis Andal Bersama Pakar (Jurnal Harian Belajar Menulis PGRI Bersama Om Jay dalam Pandemi Covid- 19)
Peresensi: N. Mimin Rukmini
Penulis: Mukminin, S. Pd., M. Pd.
Penerbit: Kamila Press
Tahun Terbit: 2020
Jumlah halaman: 160 halaman
Sungguh menarik apa yang dipaparkan Ngainun Naim, dalam pengantar buku Mukminin ini tentang manusia yang unggul. Ngainum mengungkapkan manusia yang bisa menyelesaiksn masalah adalah manusia yang unggul. Selanjutnya, Beliau mengambil pendapat M. Iqbal (2012) menyatakan bahwa ada lima langkah praktis yang bisa ditempuh untuk menjadi manusia unggul. Pertama, menentukan kita ingin unggul di bidang apa. Kedua, mencari model yang ahli atau berpengalaman, ketiga mencari pola umum apa yang dilakukan model, keempat, mempraktikkan secara baik. Lima, evaluasi, perbaiki, dan improvisasi.
Kiranya inilah praktik menulis yang dilakukan penulis Mukminin dalam buku "Jurus Jitu Menjadi Penulis Andal Bersama Pakar". Buku Mukminin ini termasuk buku best seller memaparkan secara tuntas pengalaman menulis Beliau di antaranya mulai dari menulis tanpa ide, menulis dalam kesibukan, tips menulis dengan cepat, menulis artikel di koran. atau majalah, menulis di blog untuk menerbitkan buku. Menulis buku Best Seller, sampai dengan menerbitkan buku di penerbit mayor dan prosedur penulisan buku dan lain-lain.
Dalam menulis tanpa ide penulis belajar dari Om Jay dan Om Budi (Pakar Menulis) bagaimana langkah menulis bagi penulis pemula. Menulis dengan emosi, apa yang dilihat, didengar, dicium, diraba, dan dirasakan. Hanya dengan lima atau enam kata, dapat terbentuk menjadi tulisan dua atau tiga paragraf.
Selanjutnya, penulis juga memaparkan tipis-tipis teori dasar menulis tentang kata, kalimat dan Paragraf. Demikian pula bagaimana penulis memaparkan momen spesial saat mengajar. Diungkapkan Munif Chotib (hal.17), momen special adalah kejadian khusus yang terjadi dalam proses pembelajaran antara guru dengan siswa baik di dalam maupun di luar kelas. Momen ini memiliki peluang untuk masuk ke memori jangka panjang dan menjadi kenangan. Cikal bakal momen spesial inilah nantinya menjadi aset dasar menulis bagi guru. Semua guru dipastikan mengalami momen spesial dalam pembelajarannya.
Penulis pun secara gamblang dan tuntas mengungkapkan tips menulis cepat di media Luring dan Daring menurut Catur Nurochman Oktavian. Di antaranya kita harus menumbangkan dua musuh utama menulis, yakni rasa takut dan malas. Menulislah dengan simpel, apa adanya. Menulis hal yang aktual secara sederhana sesuai gaya menulis sendiri (hal.28-29). Simpulan penulis, menulis itu untuk dibaca. Oleh karena itu, tulisan harus jelas dan singkat agar efektif sampai pemahaman kepada pembaca. Mengapa Anda ragu menghasilkan draf tulisan pertama? Biarkan tulisan yang dihasilkan jelek karena Anda masih punya banyak waktu memperbaiki draft tulisan tersebut. Perbaiki lagi, kirim lagi! (Hal.30)
Buku ini tidak hanya memberi tips cara menulis, dari pengalaman pakar dan penulis sendiri, tetapi juga memotivasi untuk selalu menulis. Hal tersebut dijelaskan dalam bab 9 tentang menulis setiap hari pasti terbitkan buku. Dalam bab tersebut diungkapkan salah satu pakar menulis bahwa menerbitkan buku itu sekarang lebih mudah. Mengapa menulis tiap hari? Karena kita mengetahui pepatah "Ala Bisa, Karena Biasa." Jika kita biasa menulis setiap hari, dipastikan kita akan ahli dalam menulis.
Motivasi berikutnya tertera dalam judul "Gerakan Menulis SAGUSABU (Satu Guru Satu Buku). Potensi menulis seorang guru akan berdampak pada kegiatan GLS yang pada akhirnya akan nenunjang kegiatan GLN. Motivasi dari penulis bahwa menulis itu membutuhkan 4 syarat, yakni MTMB (MAU, TEKUN, NEKAD, BACA). Artinya menulis itu harus memiliki kemauan, ketekunan, nekad juga, dan tentunya banyak membaca. Membaca dan menulis itu pasangan literasi dasar yang tak dapat dipisahkan.
Bagian yang tak kalah menariknya, penulis memaparkan bagaimana Dr. Ngainun Naim guru berpestasi Nadional, penulis produktif dan handal sekaligus sebagai dosen dan motivator, menyanpaikan tips jitu menulis. Lalu, terdapat pula kisah inspiratif dari penulis sendiri. Mukminin yang mengungkapkan usia 54 tahun baru menulis dan menerbitkan buku. Penulis, Mukminin belajar dari Om Jay. Kisah inspiratif juga dari Bu Kanjeng dan Kang Encon Rahman (hal.129).
Buku karya Mukminin ini sungguh luar biasa. Selain dari yang dipaparkan di atas, buku ini bukan hanya berbicara tips menulis mulai dari penulis pemula, atau tips menulis artikel diterima di media luring dan onlane, melainkan pula sampai kepada tips menerbitkan buku, bahkan tips agar buku diterima di penerbit mayor serta jadi buku best seller. Penasaran? Bacalah bukunya!
Tak ada gading yang tak retak. Terdapat satu atau dua kesalahan penulisan dalam buku ini. Salah satunya, halaman 63 . . . sekaligus segal dosen dan motivator. Kata segal, mungkin maksudnya sebagai. Bahasa dan aturan penulisan ejaan pada dasarnya sudah keren. Terlepas dari ada satu atau dua kesalahan tersebut, menurut hemat saya (peresensi) buku Mukminin ini jangan Anda lewatkan untuk dibaca dan dimiliki! Setuju, kan! Terimakasih!

Liuar biasa Resensi yg kengkap dadn keren. Terima kasih atas Resensinya smg menjadi amal shaleh
BalasHapusAamin. Terimakasih Pak! Saya belajar. Judulnya masih salah. Belum bertema, he he
Hapusmantul
BalasHapusbest seller
Mhn maaf blm.best seler
BalasHapusOh, mohon maaf baru terlariskah?
Hapus