Menulis dan Ditulis

 Menulis dan Ditulis


Menulis dan ditulis merupakan kegiatan aktif dan pasif. Saya membaca tulisan Prof Naim bahwa orang yang jejak langkahnya ditulis adalah orang-orang besar atau orang luar biasa yang berjasa pada bangsa dan negara. Naah, bagaimana jika kita adalah orang biasa saja?


Kita lihat perintah awal dari Alloh SWT. Quran surat Al-Alaq yang  artinya 'Bacalah! Tuhanmu Yang Mahamulia. Yang mengajarkan (manusia) dengan pena. Pena dalam arti tulisan dan simbol peradaban, ilmu pengetahuan, serta sarana pengajaran manusia oleh Allah SWT untuk mencatat, menyimpan, dan menyebarkan ilmu pengetahuan.


Betapa pentingnya antara membaca dan mencatat atau menulis. Menurut hemat penulis betapa pula jejak harian yang tertinggal, tertinggal pula tanpa bekas jika tidak dituliskan. Sebagai manusia biasa, apa yang ditulis minimal jejak harian yang berkesan. Berkesan dalam tanda kutip. Boleh jadi  yang mengganggu pikiran atau sebaliknya menyamankan diri.


Penulis menyadari beban kerja, motivasi menulis tidak selamanya ada. Sementara motivasi harian menulis kuat. Sementara di waktu lain motivasi menulis kembali stagnan tanpa arah. Namun, gejolak mau menulis terus mengiris hati. Walau sebenarnya apa yang mau dituliskan.


Ya, hari ini Kamis, 9 April 2026 mampukah penulis terus menulis rekam jejak langkah pribadi menulis tak kehilangan arah? Bisa dan harus bisa! Menulis apapun. Sadar dan menyadari sepenuhnya, tak akan ada yang akan menuliskan. Kalau bukan penulis sendiri. Penulis tidak akan ditulis, tetapi harus menulis! Bismillah

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Pembelajaran dari Kedatangan Seekor Kucing Sakit

PEK KOPER, MANEH BALIK TIHEULA NYA!