Selamat Tinggal Madinah

 


Selamat Tinggal Madinah


Hari ini Ahad, 7 Juli 2025 mengakhiri petualangan rangkaian ibadah haji di Madinah. Saya dan rombongan 7 atas arahan dari Pak Ketua Kloter (Pak Maman)  harus sudah siap di lobi hotel pukul 19.00 untuk menuju bandara. 


Ada- ada saja rintangan sebelum pergi ke bandara ini. Sejak tadi makan siang, saya sudah tak enak badan bahkan dibarengi dengan demam. Sepertinya memang saya masuk angin. Saat memegang nasi box, tangan kiri terasa nyeri nembus ke belikat belakang, ada sedikit sesak, bicara pun sulit. Saya paksakan makan sedikit, saya minum antangin dan minta dipijit pada suami. Jika badan terasa demikian, saya kecolongan dari kemarin saya sudah masuk angin. 


Yah, namanya detik-detik terakhir di hotel mewah ada shower di kamar mandi badan sudah bermasalah saya mandi dan keramas. Setelah dipijit, badan terasa demam sekali. Tidur pun tak bisa. Sambil istigfar dan terus berdoa, "Ya, Alloh sembuhkanlah saya!Saya mau pulang sekarang dalam keadaan sehat. "


Ya, saya terus berpikir mengapa diobat sudah bahkan minum obat paracetamol juga, tetapi belum keluar keringat. Mungkin makan tadi kurang banyak. Saya makan kembali dengan  abon minta dari  teman. Lumayan masuk makan an lebih banyak. Saya tidurkan kembali, alhamdulillah  tertidur dan berkeringat. Ketika ada pengarahan di pelataran lantai 4 hotel itulah saya baru merasa segar bangun dari tidur itu. 


Usai salat magrib, dan makan malam kami semua merapat ke lobi hotel menuju bus 7. Setelah makan malam itu pun saya minum antangin kembali. Tidak saja bus 7, tapi bus 5-11 pun sesuai rombongan sama-sama didorong kepulangan sekarang. Dengan badan yang belum pulih benar saya, suami, dan jamaah lain naik bus. 


Dalam bis saya merasakan gak enak perut. Perut kembung ingin sekali buang angin, tetapi tidak keluar. Saya tertidur sebentar. Bus telah sampai di Bandara Madinah. Bersamaan dengan itu, perut pun semakin gak enak, mual, dan keringan dingin ke luar. Saya pun berdoa, "Ya, Alloh kuatkanlah saya, agar bisa sampai di toilet." Pertolongan Alloh selalu bersamaan dengan kesulitan kita. Dalam antrean masuk bandara, saya pun bisa ke toilet dan buang beban perut yang tak mengenakan tadi. 


Cukup lama, menunggu antrean pemeriksaan koper kabin dan tentengan jamaan. Betul juga apa yang ada di tiktok selama ini, para jamaah karena ingin membawa oleh-oleh banyak pada akhirnya apa pun ambil jalan pintas. Ada yang bawa mainan digantung di badan, untung masih yang satu gantungan, naah ini ada yang sampai lima atau enam gantungan. Belum lagi pakaian yang mengenakan pakaian lebih dari tiga pakaian. Yang paling kasian, yang kena razia air zamzam disuruh dibuang karena disimpan dalam koper kabin. 


Sampai pada antrean naik pesawat, kami didorong untuk sesuai antrean rombongan. Mulai dari rombongan 11, 10, 9, 8, 7, 6. Nomor kursi duduk pesawat nomor merah disuruh antre sebelah kanan sedangkan nomor biru antre berbanjar di sebelah kiri. Kami semua masuk pesawat, Alhamdulillah sudah bisa duduk di kursi masing-masing. 


Ah, ini hanya sekelumit kisah jamaah Kawan! InsyaAllah tidak akan mengganggu kemabruran jamaah haji. Aamiin. Segala halangan, rintangan, cobaan, itu sudah kadarulloh yang terkadang kita lupa merefleksi diri apa yang telah menimpa kita. 


Pesawat Saudi Arabia, kepulangan ke tanah air. Pukul 10.01, Senin 7 Juli 2025

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Pembelajaran dari Kedatangan Seekor Kucing Sakit

PEK KOPER, MANEH BALIK TIHEULA NYA!