TIBA KEMBALI DI TANAH AIR
TIBA KEMBALI DI TANAH AIR
Subuh, 8 Juli 2025 menjadi saksi bahwa saya telah kembali ke rumah singgah utama bersama keluarga. Air mata haru dan syukur mengalir deras saat kami, saya, Ibu, paman, dan Bibi, saling memeluk penuh bahagia. Pulang perang di medan hajian usai sudah. Lelahnya ibadah tak tergantikan manakala hati menyatu kembali ke pangkuan ibu pertiwi.
Haru bahagia pun dirasakan ketika pertama bertemu anak Sulung (Muhamad Gardan) menjemput di tempat penjemputan utama Hajian 2025 Pusdikap Padalarang. Yang menjemput hanya pak sopir, dan M. Gardan karena dirasa mobil tak akan cukup memuat koper bawaan jika keluarga yang lain pada ikut menjemput. Ibu dan saudara yang lain hanya menunggu di rumah, setelah mereka juga menginap di Cihampelas (tempat tinggal kami). Mereka Ibu, dan saudara datang satu hari sebelum kepulangan saya dan suami.
Seperti halnya keluarga yang lain sepulang dari hajian, walaupun baru datang subuh tidak bisa kami langsung istirahat. Sebaliknya, saya di sela senda gurau dan obrolan seputar di tanah haram, membuka koper barang bawaan baik oleh-oleh, maupun mengeluarkan pakaian kotor.
Selanjutnya, selain memilah oleh-oleh yang langsung dibeli di Mekah atau Madinah dari dalam koper, kami pun memilah-milah bingkisan yang telah disiapkan sebelum berangkat. Sengaja membeli jauh-jauh hari sebelum pemberangkatan agar bisa secara langsung dipilah, diberi nama, mana buat saudara dekat, keluarga suami, keluarga ibu, rekan kerja, dan para tetangga. Namanya oleh-oleh walau dibeli di tanah air. Minimal sesuai adat kebiasaan bagaimana ciri oleh-oleh pulang ibadah haji.
Untuk keluarga dekat selain diberi oleh-oleh yang sudah dibeli sebelumnya, juga ditambah oleh-oleh yang dibeli alakadarnya di Mekah atau Madinah. Daftar nama keluarga yang akan dibagi, sebelumnya sudah saya share dan didiskusikan dengan Ibu, kakak, atau adik. Agar siapa saudara yang diberi diketahui mereka supaya adil.
Betapa terasa berat dan lelah fisik juga psikis saat itu. Namun rasa lelah tergantikan dengan rasa bahagia bisa kembali berkumpul dengan keluarga tercinta. Sanak saudara pun, hari itu juga pulang dengan membawa oleh-oleh buat mereka sendiri juga buat yang terdaftar, tetapi tidak hadir di rumah saya.
Tidak terasa sebulan sudah kepulangan ibadah haji. Barang dan oleh-oleh pun usai dibagikan. Namun, keadaan fisik baru beberapa hari ini terasa betul-betul fiks dalam beraktivitas. Sakit yang terasa mulai dari kepala pening, flu dan batuk, terasa lambung, sampai dengan pertigo. Ya, ternyata benar! Orang lain pun mungkin faktor usia pula, pulang ibadah haji mungkin penyesuaian kembali cuaca mereka merasakan hal yang sama. Bersyukur! Ke sekolah masih bisa datang dipaksakan walaupun sesekali terpaksa istirahat. Sejak Senin, 10 Agustus 2025 kemarin badan terasa sudah segar seperti sedia kala. Alhamdulillah!
Bandung Barat, 12 Agustus 2025

Komentar
Posting Komentar