Pertemuan Alumni dan Haji Mabrur
Pertemuan Alumni dan Haji Mabrur
Hari ini, Ahad 14 Desember 2025 di rumah Bu Hj. Lilis/ Pak H. Caman adalah hari yang seru, dan membahagiakan. Seru dengan berbagai aksi menumpahkan rasa rindu antaranggota KBIH. Membahagiakan, karena selain mendapat oleh-oleh secara lahiriah juga oleh-oleh secara batiniah.
Bagaimana membahagiakan dan mengesankannya pertemuan ini dimulai sejak perencanaan, pelaksanaan, sampai pada kepulangan dari pertemuan. Betul kata Pak Ustad Hasan yang paling diingat saat memberi arahan kuliah tujuh menit (kultum), salah satunya Beliau berkata; "*Aya jeung ka hareup, euweuh keur nyarita*". Arti kalimat tersebut "Ada untuk ke depan, tak ada untuk berbicara".
Jika kita renungi bersama makna filosofi "Ada untuk ke depan, tak ada untuk berbicara", mengandung nilai secara harfiah ada keberanian berdiri di depan umum, tetapi belum lengkap memiliki ilmu. Secara maknawi justru lebih luas dari sekadar berani dan berbicara. Terutama jika dikaitkan dengan sikap dan akhlak dalam beragama, khususnya setelah berhaji. Apalagi kajian kultum Pak Ustad tentang "Implikasi Haji Mabrur terhadap Semua Pokok Ibadah". Kajian materi yang sungguh bermanfaat bagi alumni.
Pak Ustad memaparkan bahwa haji mabrur adalah haji yang baik. Baik menurut ajaran Islam sesuai dengan Alquran dan Sunnah Nabi. Berhaji merupakan ibadah yang Al Amalu. Ibadah yang tertentu dengan aturan pokok ibadah yang telah ditentukan. Sesuai dengan Quran dan hadist.
Selanjutnya, Haji mabrur atau haji yang baik memiliki ciri-ciri sebagai berikut. Pertama, berhaji bergantung pada niatnya. Niat berhaji secara baik, benar, dan iklas dipastikan nilai dan pelaksanaan berhajinya juga baik. Kedua, amalan harus sesuai dengan apa yang dilakukan oleh Rosulullah.
Ciri ketiga, memberi makanan kepada orang lain dan selalu menjaga perkataan dan perbuatan. Saya garis bawahi bagaimana ketika Pak Ustad menjelaskan kebaikan orang yang memberi makanan. Member makanan secara ikhlas kebaikan akan terus mengalir kepada tujuh turunan orang yang diberi makan. Subhanallah! Alloh tidak akan menyia-nyiakan orang pemberi makan. Baik kepada anak yatim maupun fakir miskin.
Terakhir, berdakwah. Baik dakwah untuk diri sendiri maupun lebih baik lagi dakwah kepada orang lain. Berusaha untuk mengekalkan dan menghidupkan ajaran Islam. Haji mabrul akan tercermin dari tindak- tanduk bagaimana kehidupan seorang haji selama dan setelah dari tanah suci.
Kembali mengupas hal paragraf dua di atas. Kebahagian yang didapatkan alumni secara lahiriah adalah sajian makanan dan hidangan oleh Bu Hj. Lilis, serta saling membawa makanan antaranggota alumni. Istilah orang Sunda betul-betul "Balakatiktrik balakacomrang" (Beuteung mutiktrik, berekat meunang), yang artinya perut kenyang karena banyak hidangan, oleh-oleh juga dapat dari yang punya rumah dan dari masing-masing anggota.
Kebahagiaan secara batiniah selain bahagia silaturahmi melepas rindu, para alumni juga mendapat siraman rohani. Siraman ilmu keagamaan sebagaimana kultum saat di Mekkah dan Madinah. Sehingga mengingatkan kembali jejak langkah ibadah yang perlu diimplementasikan pada setiap sudut ibadah yang kita laksanakan. Termasuk judul materi "Implikasi Haji Mabrur Terhadap Semua Pokok Ibadah". Sekali lagi pertemuan alumni KBIH Persis sungguh membahagiakan. Terimakasih Pak Ustad! Terimakasih Bu Hj. Lilis dan Pak H. Caman, serta rekan-rekan Alumni yang selalu berbahagia! Moga kita dipertemukan kembali pada perjumpaan di masa mendatang. Semoga!
Bandung Barat, 17 Desember 2025
Komentar
Posting Komentar