mimin blog: Demo BBM: BBM naik adalah keputusan pemerintah. Masyarakat berwenang melakukan demo, namun tidak dengan anarkis dan merusak fasilitas umum. Kita wujud...
Dapatkan link
Facebook
X
Pinterest
Email
Aplikasi Lainnya
Komentar
Postingan populer dari blog ini
-
ULASAN BUKU PENDIDIKAN DALAM PUSARAN PANDEMI COVID-19 Peresensi: N. Mimin Rukmini, Judul buku : Pendidikan dalam Pusaran Pandemi Covid-19 Penulis : Dadang A. Sapardan Penerbit : YM Publishing Jumlah Halaman : 180 Halaman Tahun terbit : 2020 Dadang Ahmad Sapardan, Penulis buku “Pendidikan dalam Pusaran Pandemi Covid-19” ini, menjabat sebagai Kabid Pendidikan SMP Dinas Pendidikan Kabupaten Bandung Barat. Relevan dengan kapasitasnya sebagai seorang Kabid Pendidika...
MENGAJAK MENULIS DENGAN TEKNIK TAK DISENGAJA Oleh N. Mimin Rukmini Bukan sulap bukan sihir, tetapi inilah fakta sesungguhnya. Di luar dugaan, mengajak membuat tulisan mengharap hanya satu atau dua paragraf, ternyata datang tulisan penuh. Sebut saja tulisan satu pengalaman lengkap. Di luar dugaan pula, dari enam belas guru, saya kira hanya lima atau enam guru yang membuat tulisan, tapi ternyata hanya satu guru yang tidak menulis. Adalah kegiatan Jumat sehat dan berkarakter (Jumater), 29 Agustus lalu saya mengajak Guru Wali untuk membuat kesan dan pesan pertama kegiatan mentoring Guru Wali yang dipadukan dengan kegiatan Jumater. Perintah menulis saya infokan dalam grup. Dengan isi arahan sebagai berikut. "Jumat, 29 Agustus di Andes depan peserta kegiatan Jumater saya mengucapkan terimakasih pada Bapak/Ibu Guru, Kak Deden, dan Kak Irpan yang telah membimbing anak-anak dalam kegiatan Jumat Sehat, dan Berkarakter (Jumater). Kegiatan melibatkan guru wali d...
Teringat saat tugas belajar di Surabaya dulu. Saya memarahi Bapak, gegara Bapak membuang kucing yang sedang hamil. Menangis saya tumpahkan lewat telepon. Sementara, teman kost sekamar, Bu Jar hanya tertawa. "Hanya kucing Bu Min," ledeknya. Saya hanya menimpal alakadarnya. Ya, memang hanya seekor kucing. Seperti yang sedang saya alami sekarang, kurang lebih sebulan, kedatangan seekor kucing sakit. Entah dari mana, boleh jadi ada yang membuangnya. Sering saya menerima kedatangan kucing kecil yang dibuang hingga kucing itu pergi lagi. Sementara saya beri makan sementara itu pula kucing tak ada entah kemana. Saat ini saya memelihara sekaligus tanggungan memberi makan kucing antara tujuh sampai 10 ekor kucing, pernah sampai 12 kucing. Naah, terakhir justru kedatangan kucing sakit itu. Warnanya coklat keabuan, sebut saja Si Coklat. Badannya kurus, matanya beraair, bulunya sudah pasa rontok, belum lagi korengan, ditambah dengan ekornya borok berair. D...
Komentar
Posting Komentar