Postingan

MENULIS, BEBAN, DAN KEBAHAGIAAN

 MENULIS, BEBAN, DAN KEBAHAGIAAN Telah banyak pendapat, taktik, jurus jitu, motivasi, dan sebagainya tentang menulis. Termasuk pendapat Abah Khoiri, Prof Naim, Bunda Daswatia, dan terakhir pendapat Kang Makhrus. Sajian tentang menulis yang beraneka ragam dilihat dari sudut pandang penulis, memberi kesan tersendiri, namun memang dapat saya rasakan bagaimana perumpamaan-perumpamaan itu teralami pada saat sebelum, selama, atau sesudah menulis.  Saya pernah mengemukakan bahwa menulis itu ibarat terjebak di hutan rimba, bagaimana caranya keluar dari hutan. Yang kadang dirasa amat lucu, mengapa toh kita ingin terjebak lagi di hutan belantata tersebut. Orang suka mendaki, padahal mendaki itu cape, eh, malah ingin mendaki lagi, bahkan mendaki ke tempat yang lebih terjal.  Lalu saya mencoba menulis harian, ketika  hari ini belum menulis jadilah beban hidup mendalam.  Padahal tidak ada yang mengejar, tidak ada pula tuntutan harus menulis. Seperti perumpamaan mengendarai s...

HANYA KARENA IBU

 HANYA KARENA IBU Jumat, 16 Januari 2026  adalah hari bertepatan dengan Hari Isro Miraznya Nabi Muhammed SAW sehingga hari ini termasuk hari libur. Walau libur untuk suami kebetulan ada kegiatan Hab Depag yang pada akhirnya Beliau tak bisa libur.  Pada situasi demikian suami tak di rumah, sudah pasti saya ingat pada Ibu, Orang tua yang tinggal sendiri di kampung. Saya bahagia manakala selagi sehat dan kuat selalu ingin menemani Ibu, walau hanya 24 jam saja.  Hidup serasa hampa jika saat libur tidak menemani Ibu. Padahal itu juga setiap hari mesti saya menelpon Ibu. Satu kali saja Ibu tak dapat ditelepon, saya tuh pasti bertanya pada tetangga Ibu, atau minta tolong disuruh membetulkan hp Ibu. Kalau tidak habis kuota internetnya, bisa jadi data internetnya kepijit Ibu. Beginilah gaya anak manja, atau memang ceritanya selalu ingin memuliakan orang tua.  Saya berpikir, mumpung masih ada Ibu, dan jika memang saya sedang sehat  mengapa tidak saya berkunjung padan...

DAMPAK MENATA ULANG RUANGAN TERHADAP MOTIVASI KINERJA

DAMPAK MENATA ULANG RUANGAN TERHADAP MOTIVASI KINERJA Beberapa waktu lalu, ketika baru saja ada empat tendik diangkat menjadi P3K paruh waktu, salah seorang di antara mereka meminta izin pada saya untuk mengubah dan membenahi ruang guru termasuk  pula  ruang Tata Usaha (TU) . Saya sangat mengapresiasi, saat itu juga saya acungi jempol. Dengan mengatakan  bahwa itu ide mantap dan lanjut untuk dikerjakan. Ia pun seperti gembira sekali. Lantas dibantu rekan guru dan tendik lain menata ruangan lebih rapih dan indah.  Situasi memberi apresiasi pada seseorang sekecil apapun langkah yang diberikan dipastikan akan berdampak positif baik secara fisik maupun psikis. Demikian pun jika apresiasi itu diberikan kepada murid, sudah tentu murid tersebut akan merasa dilayani dan diakui sekecil apapun kemampuan murid.  Rabu, 14 Januari 2026 adalah hari yang semakin mengesankan ketika memasuki ruang guru. Posisi meja guru, kursi, dan lemari berbeda dari posisi semula. Kursi dan me...

RAPAT AWAL SEMESTER MEMBANGUN SINERGITAS YANG PAS

RAPAT AWAL SEMESTER MEMBANGUN SINERGITAS YANG PAS Senin, 12 Januari 2026 adalah hari pertama masuk semester genap.   Seperti biasa awal masuk sekolah, pembelajaran hari pertama tidak serta merta  mengacu pada materi, tetapi hari pertama dimulai dengan pengarahan pembelajaran dalam bentuk refleksi atau membuat kesepakatan kelas, bersih-besih kelas dan sebagainya. Usai mengarahkan pembelajaran, guru dan tendik, saya ajak untuk rapat awal semester.  Sebagai pimpinan, dalam rapat saya sampaikan hal-hal sebagai berikut. Pertama, disampaikan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada rekan wakil kepala sekolah, guru, dan tendik atas kinerja mereka dan kerja-sama yang telah dilakukan selama ini. Tanpa kerja sama dan semangat kerja mereka, proses pembelajaran khususnya dan umumnya kinerja di satuan pendidikan tidak akan berjalan dengan baik sesuai visi, misi sekolah.  Kedua, sebagai pimpinan satuan pendidikan sudah selayaknya selalu memohon maaf atas perilaku manajerial s...

Menulis, Belajar, Bergerak, Dan Terus Menulis

Gambar
Belajar berarti bergerak dan mengubah. Bergerak dan mengubah posisi dipastikan mendapat pengalaman. Pengalaman merupakan realita dan fakta dari proses belajat dan bergerak. Menulis adalah membungkus dari apa yang telah kita pelajari dan kita alami.  Indah nian, andai kita selalu belajar, bergerak, menulis, dan terus berubah. Pak Ary Ginanjar Agustian jika mau maju dan berubah ubahlah empat hal, yakni sebagai berikut.  1. Mengubah lamunan, hemat saya berarti mengubah pola pikir. Salah satunya kita tidak selalu diam dalam zona nyaman, sebaliknya terus berpikir, mengembangkan, dan meluaskan jangkauan pemikiran.  2. Mengubah kebiasaan. Sama halnya dengan mengubah pola pikir, mungubah kebiasaan artinya tindakan, langkah, apapun kebiasaan ubahlah ke arah yang lebih baik. Satu atau dua kebiasaan kita lakukan secara konsisten,   hidup ini akan berubah pula ke arah yang lebih baik.  3. Mengubah buku bacaan. Boleh jadi dilihat secara kuantitatif ataupun kualitatif. T...

TURUT BERLIBUR, SERU DAN SUNGGUH BERARTI

 TURUT BERLIBUR, SERU DAN SUNGGUH BERARTI Rabu, 7 Januari 2026 adalah rencana kepergian saya dan  suami untuk mengikuti acara liburan sambil workshop guru dan tendik MAN Bandung Barat. Indah nian liburan sambil belajar, sekali merengkuh dayung, dua tiga pulau terlampaui. Tidak hanya liburan, tamasya, dan worshop, saya pun walau sekadar turut suami, saat bersamaan ikut menulis antologi pantun tuntas dan lolos penilaian dan pendampingan dari mentor pada Kamis malam, 8 Januari 2026. Tepat pukul 23.00 2 bus meluncur dari MAN Bandung Barat Çililin. Kurang lebih 60 orang guru dan tendik, serta keluarga berbahagia larut dalam suasana tamasya.  Pagi hari pukul 07.30 an setelah di perjalanan saat salat subuh dan istirahat sejenak, lalu makan pagi, kami sampai di tempat wisata Citumang sebagai tujuan pertama. Tidak semua peserta ikut body rafting ciri khas wisata Citumang karena wisata air yang satu ini cukup menantang dan memerlukan keberanian tingkat tinggi. Sepertiga dari kami, ...

TILU BIDADARI SALAH TURUN

 TILU BIDADARI SALAH TURUN Aya-aya waè dongeng babaturan na mangsa dina beus balik piknik ti Pangandaran. Tilu ema-ema nu sakamar bet mandi babarengan sabada ngojay di laut jeung di hotel. Majar tèh  "Da sieun asup angin mun kuring kudu silih tungguan," Teu kuhanteu batur dina beus, eak nyakakak, nyengseurikeun kalakuan èta tilu ema-ema. Ahirna babaturan rada lila ogè nanggap ema-ema tilu bidadari èta, ti mimiti asup ka kamar  nepi ngabagi cai di kamar mandi.  Cai nu dibagi ku tiluan tèh nyaeta nu saurang mandi dina wastapèl makè gelas paranti nginum nu aya di kamar. Ema nu kadua make selang paranti obèh nu napel kana WC. Tah, Ema nu katilu nu pang ngeunahna bari sakapeung  disènggolan kunu duaan, lantaran hayang cai nu leuwih gedè ngocorna. Kabayang ku urang tilu ema-ema bubulucun di kamar mandi. Untungna kamar mandi tèh rada lega. Atuh nyata ieu mah nya, Lur! 😁 Tilu Bidadari tèh salah turun. Nu kuduna  turun ka leuwi jadi ka kamar mandi. Beu!  Cag a...