MENGGIRING MURID UNTUK TETAP BERADAB
MENGGIRING MURID UNTUK TETAP BERADAB Beberapa waktu lalu saya memerhatikan tanah di pekarangan rumah. Saya refleksikan bagaimana ketika tanah menerima segala macam sampah, kotoran, dan sejenisnya, namun beberapa saat kemudian tanah kembali pada bentuk semula bahkan istimewa bisa menjadi obat. Tanah pun bisa menyuburkan dan menumbuhkan tanaman. Tanaman dengan berbagai jenis dan bentuk yang beragam. Lalu saya pun merenung ketika guru menghadapi berbagai karakter murid hingga saya mengilustrasikan tanah tersebut dengan kehidupan guru. Mampukah guru hidup seperti tanah? Artinya, guru bisa menjadi bengkel sikap murid, mendampingi, mengarahkan murid, hingga ketika murid berperilaku kurang etis mampu kembali ke sikap yang lebih etis. Pembahasan tentang adab atau budi pekerti tak akan ada ujungnya. Termasuk adab di satuan Pendidikan. Bagaimana sopan santun antara murid dengan murid, murid dengan pendidik dan tendik atau murid dengan orang tua, dan masyarakat sekitar. Say...