MENULIS, BEBAN, DAN KEBAHAGIAAN
MENULIS, BEBAN, DAN KEBAHAGIAAN Telah banyak pendapat, taktik, jurus jitu, motivasi, dan sebagainya tentang menulis. Termasuk pendapat Abah Khoiri, Prof Naim, Bunda Daswatia, dan terakhir pendapat Kang Makhrus. Sajian tentang menulis yang beraneka ragam dilihat dari sudut pandang penulis, memberi kesan tersendiri, namun memang dapat saya rasakan bagaimana perumpamaan-perumpamaan itu teralami pada saat sebelum, selama, atau sesudah menulis. Saya pernah mengemukakan bahwa menulis itu ibarat terjebak di hutan rimba, bagaimana caranya keluar dari hutan. Yang kadang dirasa amat lucu, mengapa toh kita ingin terjebak lagi di hutan belantata tersebut. Orang suka mendaki, padahal mendaki itu cape, eh, malah ingin mendaki lagi, bahkan mendaki ke tempat yang lebih terjal. Lalu saya mencoba menulis harian, ketika hari ini belum menulis jadilah beban hidup mendalam. Padahal tidak ada yang mengejar, tidak ada pula tuntutan harus menulis. Seperti perumpamaan mengendarai s...