Postingan

MENGGIRING MURID UNTUK TETAP BERADAB

MENGGIRING MURID UNTUK TETAP BERADAB Beberapa waktu lalu saya memerhatikan tanah di pekarangan rumah. Saya refleksikan bagaimana ketika tanah menerima segala macam sampah, kotoran, dan sejenisnya, namun beberapa saat kemudian tanah kembali pada bentuk semula bahkan istimewa bisa menjadi  obat. Tanah pun bisa menyuburkan dan menumbuhkan tanaman. Tanaman dengan berbagai jenis dan bentuk yang beragam.  Lalu saya pun merenung ketika guru menghadapi berbagai karakter murid hingga saya mengilustrasikan tanah tersebut dengan kehidupan guru. Mampukah guru hidup seperti tanah? Artinya, guru bisa menjadi bengkel sikap murid, mendampingi, mengarahkan murid, hingga ketika murid berperilaku kurang etis mampu kembali ke sikap yang lebih etis.  Pembahasan tentang adab atau budi pekerti tak akan ada ujungnya. Termasuk adab di satuan Pendidikan. Bagaimana sopan santun antara murid dengan murid, murid dengan pendidik dan tendik atau  murid dengan orang tua, dan masyarakat sekitar. Say...

MEMBANGUN MUSALA

Gambar
  MEMBANGUN MUSALA Empat tahun berjalan saya menjadi pimpinan di Satuan Pendidikan SMP Negeri 3 Cililin. Suka duka menjadi pimpinan terus melekat seiring banyaknya pelajaran dari pengalaman. Ibarat tumbuh kembangnya pohon yang kita tanam, boleh jadi tanaman semakin berdaun dan berbuah lebat, atau justru kurang bertumbuh dan berkembang. Visi dan misi mewujudkan murid yang berakhlak mulia, unggul, terampil, inovatif, aktif, religius, dan adaptif “Mutiara” menjadi dasar dalam pelaksanaan proses pembelajaran, baik intrakurikuler, ekstrakurikuler, maupun kokurikuler.   Namun, upaya mewujudkan visi tersebut tentu tidak terlepas dari dukungan sarana dan prasarana. Sarana dan prasarana menjadi salah satu aspek penentu keberhasilan proses pendidikan. Termasuk di dalamnya sarana ibadah berupa musala yang hingga kini belum dimiliki sekolah. Ketiadaan sarana ibadah utama ini menjadi salah satu kendala dalam pembentukan karakter religius murid. Ibadah salat secara berjemaah yang dapat...

BERBALAS PANTUN DI GRUP RVL

 BERBALAS PANTUN DI GRUP RVL Bunga indah mau kubeli Warna ping bunga sakura  Melihat grup rame sekali Di pagi dingin membaca gembira Kita berlari supaya sehat Sambil joging nada doremi Minggu pagi terasa hangat Larut di grup RVL bareng suami Elok nian baju berenda Dipakai bunda ke Suramadu Pantun pagi sungguh menggoda     Grup RVL makin dirindu Kapal berlabuh di lautan  Kendali nahkoda tiada takut Menulis bersama jadi harapan Dengan RVL kita berlanjut Ke Bogor lanjut Selabintana Tentu singgah di Sukabumi Pantun indah banyak makna Pengikat hati, silaturahmi Negeri kita ya Indonesia Banyak ragam budaya buhun Minggu ini sungguh ceria.  Di grup RVL berbalas pantun Kain tenun hiasan kusen Motif batik seni budaya Antologi pantun sangatlah keren Kita bersantai sambil berkarya Bunga bugenvil dibawa gadis Cantik manis Si Anak Tunggal Grup RVL bengkel menulis Tak berkarya bakal tertinggal Terasa manis buah pepaya Enak dimakan dipotong dadu Tetap menulis lanjut b...

MENULIS, BEBAN, DAN KEBAHAGIAAN

Gambar
  MENULIS, BEBAN, DAN KEBAHAGIAAN Telah banyak pendapat, taktik, jurus jitu, motivasi, dan sebagainya tentang menulis. Termasuk pendapat Abah Khoiri, Prof Naim, Bunda Daswatia, dan terakhir pendapat Kang Makhrus. Sajian tentang menulis yang beraneka ragam dilihat dari sudut pandang penulis, memberi kesan tersendiri, namun memang dapat saya rasakan bagaimana perumpamaan-perumpamaan itu teralami pada saat sebelum, selama, atau sesudah menulis.  Saya pernah mengemukakan bahwa menulis itu ibarat terjebak di hutan rimba, bagaimana caranya keluar dari hutan. Yang kadang dirasa amat lucu, mengapa toh kita ingin terjebak lagi di hutan belantata tersebut. Orang suka mendaki, padahal mendaki itu cape, eh, malah ingin mendaki lagi, bahkan mendaki ke tempat yang lebih terjal.  Lalu saya mencoba menulis harian, ketika  hari ini belum menulis jadilah beban hidup mendalam.  Padahal tidak ada yang mengejar, tidak ada pula tuntutan harus menulis. Seperti perumpamaan mengendarai ...

HANYA KARENA IBU

 HANYA KARENA IBU Jumat, 16 Januari 2026  adalah hari bertepatan dengan Hari Isro Miraznya Nabi Muhammed SAW sehingga hari ini termasuk hari libur. Walau libur untuk suami kebetulan ada kegiatan Hab Depag yang pada akhirnya Beliau tak bisa libur.  Pada situasi demikian suami tak di rumah, sudah pasti saya ingat pada Ibu, Orang tua yang tinggal sendiri di kampung. Saya bahagia manakala selagi sehat dan kuat selalu ingin menemani Ibu, walau hanya 24 jam saja.  Hidup serasa hampa jika saat libur tidak menemani Ibu. Padahal itu juga setiap hari mesti saya menelpon Ibu. Satu kali saja Ibu tak dapat ditelepon, saya tuh pasti bertanya pada tetangga Ibu, atau minta tolong disuruh membetulkan hp Ibu. Kalau tidak habis kuota internetnya, bisa jadi data internetnya kepijit Ibu. Beginilah gaya anak manja, atau memang ceritanya selalu ingin memuliakan orang tua.  Saya berpikir, mumpung masih ada Ibu, dan jika memang saya sedang sehat  mengapa tidak saya berkunjung padan...

DAMPAK MENATA ULANG RUANGAN TERHADAP MOTIVASI KINERJA

DAMPAK MENATA ULANG RUANGAN TERHADAP MOTIVASI KINERJA Beberapa waktu lalu, ketika baru saja ada empat tendik diangkat menjadi P3K paruh waktu, salah seorang di antara mereka meminta izin pada saya untuk mengubah dan membenahi ruang guru termasuk  pula  ruang Tata Usaha (TU) . Saya sangat mengapresiasi, saat itu juga saya acungi jempol. Dengan mengatakan  bahwa itu ide mantap dan lanjut untuk dikerjakan. Ia pun seperti gembira sekali. Lantas dibantu rekan guru dan tendik lain menata ruangan lebih rapih dan indah.  Situasi memberi apresiasi pada seseorang sekecil apapun langkah yang diberikan dipastikan akan berdampak positif baik secara fisik maupun psikis. Demikian pun jika apresiasi itu diberikan kepada murid, sudah tentu murid tersebut akan merasa dilayani dan diakui sekecil apapun kemampuan murid.  Rabu, 14 Januari 2026 adalah hari yang semakin mengesankan ketika memasuki ruang guru. Posisi meja guru, kursi, dan lemari berbeda dari posisi semula. Kursi dan me...

RAPAT AWAL SEMESTER MEMBANGUN SINERGITAS YANG PAS

RAPAT AWAL SEMESTER MEMBANGUN SINERGITAS YANG PAS Senin, 12 Januari 2026 adalah hari pertama masuk semester genap.   Seperti biasa awal masuk sekolah, pembelajaran hari pertama tidak serta merta  mengacu pada materi, tetapi hari pertama dimulai dengan pengarahan pembelajaran dalam bentuk refleksi atau membuat kesepakatan kelas, bersih-besih kelas dan sebagainya. Usai mengarahkan pembelajaran, guru dan tendik, saya ajak untuk rapat awal semester.  Sebagai pimpinan, dalam rapat saya sampaikan hal-hal sebagai berikut. Pertama, disampaikan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada rekan wakil kepala sekolah, guru, dan tendik atas kinerja mereka dan kerja-sama yang telah dilakukan selama ini. Tanpa kerja sama dan semangat kerja mereka, proses pembelajaran khususnya dan umumnya kinerja di satuan pendidikan tidak akan berjalan dengan baik sesuai visi, misi sekolah.  Kedua, sebagai pimpinan satuan pendidikan sudah selayaknya selalu memohon maaf atas perilaku manajerial s...