Postingan

MENANAMKAN KARAKTER TANGGUNG JAWAB KEPADA MURID

 MENANAMKAN KARAKTER TANGGUNG JAWAB KEPADA MURID Ibarat bertanam pohon. Bagus pemeliharaanya akan bagus pula hasilnya. Demikian pun tingkah laku seseorang. Baik perangai dan belajarnya insyaallah akan baik pula hasil dari perangai dan belajarnya.  Ilustrasi di atas saya terapkan pada ketika murid selalu berbuat dan belajar dengan baik, misal selalu taat aturan sekolah dan mengerjakan tugas secara baik dan tuntas dipastikan hasil dari rapornya akan baik pula. Sebaliknya jika murid sulit belajar dan malas terhadap tugas, di akhir tahun atau semester akan menjadi masalah guru atau murid itu sendiri.  Saat pembagian rapor semester kemarin, hasil rapat guru dan menjadi kesepakatan dari awal semester, dikemukakan bahwa murid yang tidak selesai mengerjakan Tantangan Membaca Kepala sekolah (TMKS), rapor mereka sepakat untuk tidak dibagikan. Akhirnya ada beberapa murid yang tidak menerima rapor.  Bahkan ada murid peringkat 2 di kelas delapan tidak dibagikan rapornya karena...

KETIKA JALAN KE SEKOLAH AMBLAS

Gambar
  KETIKA JALAN KE SEKOLAH AMBLAS Sejak malam tadi saya terus memutar pikir dan akal bagaimana agar pagi ini bisa pergi ke sekolah. Akhirnya saya ambil keputusan untuk melewati jalur jauh ke arah Soreang. Jalur yang belum pernah saya alami ketika pergi. Sebaliknya, kalau balik dari sekolah mengendarai sepeda motor sendiri mungkin sudah lebih dari dua kali. Itu pun karena sedang hujan,  jalan jalur Cililin ke arah Juki lebih berbahaya. Hal memutar jalur ke arah Soreang terjadi karena jalan yang biasa dilewati, yakni daerah Bangsaya 4 Desember lalu terdampak longsor sekitar 30 meter. Bersyukur sementara masih musim hujan, saat ini keadaan sekolah diperkirakan aman tidak seperti dua tahun lalu, TPT ambruk menobros kelas.  Beruntung jalan amblas akibat longsor  dikunjungi langsung Bupati Bandung Barat langsung ditangani dan jalan diperbaiki. Memang itu juga sementara menunggu alat berat, masyarakat sekitar Desa Nangerang dan Karyamukti (desa di mana SMPN 3 berdiri)  ...

MEMBANGUN KOLABORASI DALAM PEMBELAJARAN MENDALAM

 MEMBANGUN KOLABORASI DALAM PEMBELAJARAN MENDALAM Tidak mudah mengubah hidup. Salah satunya mengubah kebiasaan. Termasuk mengubah kebiasaan pembelajaran konvesional ke arah pembelajaran inovasi, atau pembelajaran hasil reflektif. Pembelajaran Mendalam (PM) yang merupakan pembelajaran transformasional lebih dari sekadar transfer pengetahuan, berpusat pada murid, hingga murid memahami, mengaplikasi, serta dapat merefleksi hasil pembelajaran. PM adalah pembelajaran yang sungguh-sungguh memerlukan kolaborasi, dan sinergitas antarelemen terkait.  Konsep PM jika tidak dibiasakan diaplikasikan dalam pembelajaran, dunia pendidikan tak akan ada perubahan. Seberapa hebat, dan bagusnya kebijakan tak akan dapat mengubah keadaan manakala guru sebagai pelaksana pembelajaran tidak menjadikan PM sebagai pendekatan pembelajaran. Guru inovatif dan reflektif selamanya selalu ingin mengubah pembelajaran ke dalam pembelajaran yang lebih pariatif.  Sebagaimana prinsip belajar murid pada PM, ya...

MENDORONG TERWUJUDNYA PEMBELAJARAN MENDALAM (PM)

MENDORONG TERWUJUDNYA PEMBELAJARAN MENDALAM (PM)  Perbincangan proses pembelajaran dalam kancah pendidikan tak ada hentinya. Keberhasilan pendidikan bergantung pada proses pembelajaran. Ironinya, pembelajaran yang dilakukan guru seolah-olah hanya dengan praktik didaktik serupa. Kurang pariatif apalagi inovarif, dan reflektif. Padahal kebijakan pemerintah, hampir setiap ganti pimpinan berganti pula kebijakan kaitan dengan proses pembelajaran. Walaupun pada dasarnya antara kebijakan yang satu hampir serupa dengan kebijakan yang lain.  Menanggapi fenomena ganti pimpinan, ganti kebijakan guru atau tendik tidak mesti dibuat pusing atau secara cepat beralih sikap. Namun, tidak pula bersikap tidak peduli terhadap  kebijakan tersebut. Hal yang diambil adalah guru terus belajar menyesuaikan diri dengan apa yang sedang berkembang. Ibarat timbul cahaya dalam gelap, tidak mungkin cahaya bisa diserap sekali gus. Pelan, tetapi pasti cahaya diarahkan sedikit demi sedikit, lambat laun ge...

BERKESADARAN, BERPIKIR POSITIF, DAN BERKOLABORASI

 BERKESADARAN, BERPIKIR POSITIF, DAN BERKOLABORASI BERKESADARAN, BERPIKIR POSITIF, DAN BERKOLABORASI Arus informasi secepat kilat di era digital memengaruhi setiap relung kehidupan saat ini. Perubahan lapak kehidupan secara sadar  atau tidak pastinya dialami setiap insan. Ibarat bola pingpong yang ditumpuki kerikil, lalu disiram air, lantas bola pingpong naik seiring siraman air. Naah, mampukah di era digital ini posisi kita seperti bola pingpong? Bola pingpong ibaratnya adalah potensi, air sebagai energi, sedangkan kerikilnya adalah masalah kehidupan. Sungguh indah ilustrasi tersebut. Artinya bahwa yang diperlukan saat ini adalah kesadaran mendalam terhadap realitas kehidupan. Sadar dan menyadari kita memiliki potensi sekaligus energi yang akan memecahkan tantangan dalam hidup dan kehidupan. Demikian pun guru atau tendik menyadari bagaimana ketika memasuki awal pembelajaran semester genap setelah memasuki awal tahun baru 2026. Sebagai guru dan tenaga pendidikan di awal pembel...

TAUN BARU, HARAPAN, DAN SEMANGAT BARU

 TAUN BARU, HARAPAN, DAN SEMANGAT BARU Menarik sekali ilustrasi kehidupan dalam salah satu video tiktok yang menggambarkan seorang nenek dan seorang gadis pada perjalanan kereta api. Video memaparkan bagaimana sabarnya seorang Nenek yang tempat duduknya ditumpuk barang bawaan seorang gadis. Gadis itu sendiri menguji sang nenek "Biarkan saja nenek-nenek ini, pindah juga lebih baik, " gumam Si Gadis dalam hati.  Sementara dari kursi sebelah ada penumpang yang melihat kelakuan Gadis dan Nenek itu. Si Nenek tetap kelihatan ceria walau kursinya jadi sempit karena ulah Si Gadis, Sedangkan Gadis itu sendiri kelihatan cemberut. Seolah ia ingin mengusir Si Nenek. Hingga di stasiun berikutnya SinGadis turun karena mungkin sudah sampai.  Setelah Si Gadis turun, penumpang di sebelah tadi memuji Si Nenek  dan menanyakan, bahwa mengapa Si Nenek tidak marah pada Gadis tadi. Yang seharusnya marah Nenek, bukan Gadis tadi. Si Nenek hanya tersenyum dan menjawab, "Kita naik kereta tidak...

Dalam Ketegangan dan Takjub Saya Kejar Motor di Depan

Gambar
  Dalam Ketegangan dan Takjub Saya Kejar Motor di Depan Hari ini, Selasa 16 Desember 2025 saya pacu sepedah motor dengan keyakinan semoga motor bisa melewati jalan amblas menuju sekolah. Info jalan di grup WA dan dari bendahara sekolah yang mampir ke rumah sebelum pergi, mengatakan bahwa jika saya mau ke sekolah harus sebelum pukul 08.00. Saya hanya ringan menjawab dan mengatakan padanya, jika jalan ditutup pekerjaan saya akan balik lagi tak jadi ke sekolah.  Pukul 08.30 saya berangkat, dengan semangat 45. Saya harus bisa ke sekolah. Sampai di pertigaan ternyata benar. Ada bacaan "Silakan Jalan Alternatif! Ada pekerjaan beko pada jalan amblas'. Bingung  saya, tetapi Alhamdulillah ada Aa yang mau mengambil jalan alternatif pula, yakni arah ke Buninagara. Akhirnya saya berpikir daripada balik lagi ke rumah lebih baik ikut Aa itu. Ia mau ke arah Andes, yang artinya melewati sekolah saya, SMPN 3 Cililin.  Sepakat saya mengikuti motor Si Aa itu. Pertama pelan dan pasti sa...