Postingan

PUISI 2.0

 BERTANYA Oleh N. Mimin Rukmini rasa tiba waktu gugup gegap gempita kubertanya  Link zoom belum ada?  senin depan Bun jawabnya terlalu semangat Bandung Barat, 20 Mei 2024 Terlalu berharap webinar Puisi P 2. 0 #1 LUPA  hujan tak lupa dingin mentari tak lupa panas air laut tak lupa asin namun mengapa?  tadi saya lupa pelatihan menulis Bandung Barat, ketika terlupa tak ikut webinar RVL, 20 Mei 2024 P. 2.0 #2 GEGARA BUNDA lepas azan Isya kusapa Bunda air penyejuk bumi kuhibur Bunda lewat vicall wajahnya berbinar kusadar  webinar berakhir di 21.09 Bandung Barat, 20 Mei 2024 Tak sadar dengan webinar P. 2.0 #3  MENULIS ingin berlabuh namun takut basah ingin terbang tapi tak ingin melayang ingin menulis tapi harap tak mantap asa terlalu gaduh Bandung Barat, 29 Mei 2024 P. 2.0 #4 HAMPIR TERHEMPAS hampir terhempas waktu melindas memelas arah sedang harap terus membungkus gaya komunitas menulis membahana pada karya sederhana Bandung Barat, 31 Mei 2024 P 2.0 #5.

KRITIK MEMBANGUN TUMBUHKAN SINERGITAS KINERJA

Gambar
KRITIK MEMBANGUN  TUMBUHKAN SINERGITAS KINERJA Bukan tidak mungkin dalam rapat kelulusan atau rapat kenaikan kelas terjadi perdebatan yang sengit antarsesama guru. Atau jauh sebelum kegiatan Penilaian Akhir Semester (PSAS) diskusi kecil sering terjadi baik membincangkan pengetahuan, keterampilan, maupun sikap siswa.  Yang paling dominan biasanya lebih ke arah kehadiran dan sikap siswa tersebut.  Seperti halnya beberapa waktu yang lalu dalam grup whatsapp sekolah ada salah seorang guru (Pak Fanny) memberi informasi mengenai kehadiran seorang siswa yang jarang hadir karena sakit. Pak Fanny menerima orang tua siswa yang memberitahukan bahwa anaknya sudah lama tak dapat sekolah karena sakit. Pak Fanny dalam pemberitahuannya di grup WA memberi info sekaligus memaparkan pendapatnya.  Ungkapan sekaligus analisis Pak Fanny yang semula ditujukan pada wali kelas, pada akhirnya selain mendapat tanggaian dari Pak Asep selaku wali kelas siswa bersangkutan juga mendapat tanggapan ...

Masih Terpatri MGMP

Gambar
 Masih Terpatri MGMP  Oleh N. Mimin Rukmini Hari ini Selasa, 30 April 2024. rapat orang tua yang dibagi dalam dua sesi, yakni sesi kelas 9, dan kelas 7,8 , selesai dan tuntas mencapai kata mupakat pada pukul 12.30. Dengan tergesa-gesa seusai salat duhur, saya siap meluncur mengendarai sepeda motor. Tekad semangat hari ini selesai rapat orang tua mau menghadiri pertemuan MGMP B. Indonesia Subrayon 4. Semalam telah berjanji pada Ketua MGMP yang mengundang lewat telepon bahwa pertemuan akan membahas dan membuat soal US. Sejak semula saya yakin memang pertemuan dilaksanakan mulai pukul 13.00. Sehingga jika saya perjalanan satu jam dari atas. Maksud saya jika dari sekolah pukul 13.00 pun saya tidak terlalu kesiangan. Dengan percaya diri, dan semangat menggebu ingin bertemu MGMP karena sudah lama tak bersua, pada akhirnya saya bertemu dengan tiga puluh peserta  MGMP. Sambutan hangat dari ketua, pengurus, dan peserta MGMB mencairkan suasana indah di ruangan. Saya agak kaget juga...

Pembelajaran dari Kedatangan Seekor Kucing Sakit

Gambar
  Teringat saat tugas belajar di Surabaya dulu. Saya memarahi Bapak, gegara Bapak membuang kucing yang sedang hamil. Menangis saya tumpahkan  lewat telepon. Sementara, teman kost sekamar, Bu Jar  hanya tertawa. "Hanya kucing Bu Min," ledeknya. Saya hanya menimpal alakadarnya. Ya, memang hanya seekor kucing.  Seperti yang sedang saya alami sekarang, kurang lebih sebulan, kedatangan seekor kucing sakit. Entah dari mana, boleh jadi ada yang membuangnya. Sering saya menerima kedatangan kucing kecil yang dibuang hingga kucing itu pergi lagi. Sementara saya beri makan sementara itu pula kucing tak ada entah kemana.  Saat ini saya memelihara sekaligus tanggungan memberi makan kucing antara tujuh sampai 10 ekor kucing, pernah sampai 12 kucing. Naah, terakhir justru kedatangan kucing sakit itu.  Warnanya coklat keabuan, sebut saja Si Coklat. Badannya kurus, matanya beraair, bulunya sudah pasa rontok, belum lagi korengan, ditambah dengan ekornya borok berair.  D...

REKAMAN CCTV

Gambar
Kamis, 18 April 2024, pukul 18.35, saya menerima telepon dari Pak Fanny. Ia mengatakan bahwa ada dua orang siswa terekam CCTV di salah satu objek wisata dekat sekolah melakukan perbuatan A-susila. Masyarakat seolah sudah ramai membicarakan  hal tersebut. Pak Fanny sendiri mengungkapkan ketidakpercayaannya, boleh jadi itu hanya hoax belaka.  Saya terima laporan Pak Fanny. Ada rasa kaget, tetapi juga perlu dikaji ulang kalau-kalau perbuatan itu  tidak benar adanya. Saat itu juga saya  putuskan ke Pak Fanny untuk menindaklanjuti masalah. Untuk sementara seperti yang Pak Fanny katakan, sudah berbicara dengan Pak Agus bendahara sekolah. Pak Agus akan menggubungi langsung kepala desa tempat atau lokasi wisata itu berada, sekaligus menanyakan rekaman CCTV untuk membuktikan berita negatif tersebut.  Usai berbicara panjang lebar di telepon dengan Pak Fanny, saya pun menelpon Pak Agus. Pak Agus mengonfirmasi besok dengan Pak Deni selaku  humas, siap nenghibungi Kades...

TRADISI MUDIK IDUL FITRI

Gambar
Bahagia itu nampak terpancar pada wajah anggota keluarga   tatkala perjalanan mudik lebaran.  Suasana demikian merupakan hal wajar sebab apa yang diharapkan dan  telah dipersiapkan selama kurang lebih setahun lamanya baru saja teralami. Seperti yang siang ini saya alami sepulang Salat Idul Fitri 1 Syawal 1445 Hijriah, bertepatan dengan tanggal 10 April 2024, kami melakukan perjalanan mudik menuju Purwakarta. Tujuan utama mudik  selain berlebaran dengan orang tua (ibu) dan saudara, juga  menjemput Ibu untuk dilanjut perjalanan mudik ke Garut (kampung halaman suami). Kami sekeluarga termasuk cucu pertama yang  berusia belum sampai tiga tahun turut serta dalam perjalanan mudik ini.  Sebagaimana Bapak ajarkan dulu ketika masih ada, Beliau selalu menanamkan bahwa bawalah anak-anak mudik ke desa selagi ada waktu. Dan memang usahakan minimal satu tahun sekali mudik ke desa. Kenalkan anak-anak pada saudara dan situasi desa agar kelak mereka tidak melupaka...

POLA HIDUP DAN BERBAGI

Masih terngiang dalam ingatan ini ketika Bapak masih ada  selalu mengingatkan pada saya, adik, dan kakak bahwa berumah tangga yang baik itu memiliki prinsip dan target, yakni membangun pola hidup sederhana, dapat menyisihkan anggaran rumah tangga atau menabung, dan bisa berbagi. Sungguh, merupakan target dan prinsip berumah tangga  yang sesuai tuntutan agama dan karakter kepribadian bangsa.  Adalah banyak penomena yang terjadi saat ini, ketika pengeluaran rumah tangga lebih besar dari pada pemasukan. Peribahasa besar pasak daripada tiang. Artinya, pendapatan yang diperoleh dari penghasilan pekerjaan lebih kecil dari belanja rumah tangga. Pada akhirnya keuangan rumah tangga devisit secara terus menerus. Hal tersebut terjadi karena pola hidup mewah atau pola hedonisme.  Pola hidup tidak sederhana atau sebut saja gaya hidup mewah yang penulis amati di antaranya penggunaan kartu kredit yang tidak berimbang. Penggunaan kartu kredit terjadi   yang penting terpenu...