Postingan

Resensi Buku "Kantorku, Surgaku"

Gambar
 RESENSI BUKU  Oleh N. Mimin Rukmini                                                  Judul buku : Kantorku Surgaku Pengarang : Idris Apandi Penerbit: Amerta Media Tahun Terbit:  2022 ISBN : 978-632-419-223-0 Jumlah halaman: 161 halaman Penulis Buku "Kantorku, Surgaku" Idris Apandi adalah seorang Widyaprada Ahli Madya di Balai Besar Penjaminan Mutu Pendidikan (BBPMP) Provinsi Jawa Barat. Penulis dengan segudang prestasi, dan penulis produktif.  Selain menulis di media masa atau media on line, 51 lebih buku yang sudah Beliau terbitkan. Ibarat dua sisi mata uang, penulis buku ini  menggambarkan lingkungan tempat kerja, yakni kantor yang kondusif menjadikan bahagia dan sukses  sehingga  penulis menyebutkan kantor adalah  surganya.  Interaksi individu dalam sebuah lingkungan  dan pengalaman hidup seseorang memberikan p...
  GAHARU, SELIMUT RINDU Orang berdua tiduran seperti berduka Istri dengan suami dibalut luka Kaki bengkak membuka   Tatkala di musola solat Musapir pilu jelas terlihat Selimut, helm, sarung manfaat Setia menemani walau bukan kasur lipat   Luka di kaki kecelakaan Bengkak, keseleo menjadi tambahan Ini bukan sekadar cacian, atau gurauan Namun jadikan peingatan dari sebuah kelalian Tak mencatat nomor telepon keluarga pada tulisan   Untung, mujur, hidup, tak dapat diraih Malang melintang membuat perih Sakit di badan hati nan pedih Tinggal berdoa,   cepat pulih Ombak besar berbuih Kala semakin bersih     Bolak balik Jogja membawa gaharu Jadikan usaha menggapai langit biru Bukan mencari motor, rumah baru Sifat, yang kaya ingin meniru Tetapi makan terus diburu   Duka kini tak membawa hasil Namun hati jangan berkecil Tingkah laku menjadi labil Itu tanda pikiran kerdil   Selimut jadi p...

KETIKA BAPAK PERGI

 KETIKA BAPAK PERGI Oleh N. Mimin Rukmini Saat Bapak meninggalkan kita Mulut  tak lagi  mampu berkata Hanya pikir, dan kalbu terus mencinta. Nasihatnya selalu terngiang Di setiap waktu malam maupun siang Entah kala pilu, bahagia, kecewa, atau meradang Memberi kekuatan, ketegaran, mandiri, dan sinar terang. Program orang tua mana yang perlu dipelajari Semua membawa hikmah, teruji, dan berseri Hingga tingkah laku, pikiran,  tidak lupa diri Seballiknya, memicu tindakan berdiri Mengejar mimpi, lalu berlari. Karakternya menjadi teladan Pribadi,  kasih sayang, tak tergantikan Jiwa pemberani, patriotisme, pahlawan Mengarahkan ilham mengukir awan Membelok asa menuju angan Memilah dua timbangan. Mandiri jiwa sejati Tatkala usaha memberi arti Segala apa hendaknya selalu teliti Menjadikan hidup beradab, wangi melati Menuai tambatan hati. Rencana dan harapnya wajib dikejar Silaturahmi, mencari ilmu, serta belajar Agar sanak, saudara, handai taulan, pintar Daya upaya maksima...
Gambar
  ULASAN BUKU PENDIDIKAN DALAM PUSARAN PANDEMI COVID-19 Peresensi: N. Mimin Rukmini,  Judul buku                  : Pendidikan dalam Pusaran Pandemi Covid-19 Penulis                            : Dadang A. Sapardan Penerbit                       : YM Publishing Jumlah Halaman        : 180 Halaman Tahun terbit                 : 2020 Dadang Ahmad Sapardan, Penulis buku “Pendidikan dalam Pusaran Pandemi Covid-19” ini, menjabat sebagai Kabid Pendidikan SMP  Dinas Pendidikan Kabupaten  Bandung Barat. Relevan dengan kapasitasnya sebagai seorang Kabid Pendidika...

Neng, Mun Seug Deukeut

  Neng, mun seug deukeut Rasa kanyaah nu jadi dulur Hayang maturan, marengan Hirup Sapoe kaduana  Saminggu heuleutna Neng, mun seug deukeut,  Ngeyembengna cipanon Moal bet bedah Kaubaran ningal barudak Culang-cileung lalanjung Nineung Neng, mun seug deukeut Lalakon hirup nu geus nutup Teu weleh mepende hate Cumantel otel Hese mopohokeun Hidep nu geus teu aya Neng, mun seug deukeut,  Hayang ngetrok pintu sawarga Sugan hidep jaga  Gugupay  Mareng deui lampah nubakal langgeng Cihampelas, nineung sobat nu geus teu aya. (Dian Diana), 19 Desember 2022

Aku Belajar Baca dari Balik Jendela Kelas

 Saat itu aku biasa jualan es krim di sekolah. Menunggu teman-teman sebayaku istirahat dari belajar di kelasnya. Terik matahari lupa kurasakan karena yang kupikir dagangan es krimku laris buat membantu ibu membeli beras. Saat istirahat es krim jarang-jarang habis terjual. Akhirnya kuterus menunggu hingga belajar di kelas usai.  Seperti hari itu, selesai istirahat,  anak-anak kelas tiga kembali masuk kelas. Sembari merapihksn sisa dagangan es krimku, aku keluarkan buku tulis dan pensil dari balik punggung bajuku. Ke mendekat ke arah kaca jendela kelas. Kududuk di bawah kaca jendela kelas. Mendengarkan dan sesekali menengok ke arah pintu untuk mendengarkan pelajaran dari Bu Guru. Aku sudah biasa, yang lain belajar di kelas, sedang aku belajar membacs dan menulis sambil mengendap-ngendap di balik pintu, atau di balik jendela kelas.  'Memori belajar itu masih terus kuingat Nak, bagaimana dulu Bibi belajar membaca dan menulis," ungkap Bibi padaku ketika Bibi mau istirahat...

Amplop Penggati Beras

 Mbah pergi dan tak kan pernah kembali Selasa, 1 November 2022. Hari yang mungkin akan selalu saya ingat, selalu terkenang sepanjang zaman. Seiring dengan doa yang selalu saya panjatkan buat Mbah (panggilan Bapak saya, dari cucu-cucunya). Kala itu, sepintas Mbah sakit tidak terlalu parah. Mamah, Paman, Bibi, mungkin tak sedikit pun menyangka bahwa syakaratul maut akan  menjemput di waktu tersebut. Pukul 17.00 Mbah saya suruh untuk tidur setelah beberapa kali ke air karena telah mengenakan penvers. Betul! Setelah diberi minum dan memang sulit untuk menelan air, Mbah seperti tertidur. Padahal mungkin di saat itulah Mbah telah dijemput malaikat Izroil. Kurang lebih pukul 17.30 Mbah telah menghembuskan nafas terakhirnya, pulang ke Pangkuan Ilahi. Innalillaahi wainnailaihi roziun.  Mata Mbah telah tertutup. Tertutup urusan dunia,  kecuali amalnya, doa anak soleh, serta ilmu yang bermanfaat. Seperti pada umumnya jenazah Mbah yang semula tidur di kursi panjang di teras dapu...