Postingan

Menampilkan postingan dari 2026

BUDAYA PAPAJAR TINGKATKAN UKHUWAH DAN KINERJA DI SATUAN PENDIDIKAN

Gambar
 BUDAYA PAPAJAR TINGKATKAN UKHUWAH DAN KINERJA DI SATUAN PENDIDIKAN Tuntutan Administrasi guru, tendik, dan tenaga kependidikan, serta masalah-masalah  yang terjadi di satuan pendidikan menjadi langganan menu harian. Bukan menu MBG yang menyuplay gizi murid melainkan menu kinerja harian yang melelahkan. Ups! Jangan anggap negatif permasalahan yang terjadi, justru itulah kinerja harian yang real di lapangan, membutuhkan perjuangan, kesabaran, kalaupun memang melelahkan. Penulis yakin! Guru sejati selamanya tentu menyadari apa pun beban yang menerpa diri.  Tak terkecuali beban yang diemban di satuan pendidikan datang silih berganti seiiring kebijaksanaan yang ada. Lelah, penat, bosan, yang dirasakan penulis dan rekan tendik setelah bulan kedua memasuki semester genap dan menjelang ibadah saum Ramadan, tentulah kami rasakan. Oleh karena itu, dengan prinsip nenabung di kolam ikan sisa anggaran selama kegiatan setahun, pada akhirnya kami bisa berkumpul sambil  rapat dinas...

KULIT PISANG DAN SUARA TANPA RAGA

 KULIT PISANG DAN SUARA TANPA RAGA Oleh N. Mimin Rukmini Elis dan Nina baru saja keluar dari halaman sekolah. Mereka terlihat ceria. "Lis, tadi di kelas pelajaran IPA seru banget!" "Seru apaan tuh?" tanya Elis. "Bu Santi mengajarkan cara membuat enzim pupuk organik." "Ajarin aku dong, Nin!" "Ih, kelas kamu juga nanti kebagian, hari Jumat, kan, ya? Kamu ada pelajaran IPA?" "Iya, sih," jawab Elis pelan. Elis dan Nina, sembari bercerita, terus saja melangkahkan kaki menuju rumah mereka. Perjalanan dari sekolah ke rumah memakan waktu sekitar satu jam. Tiba-tiba, dari seberang jalan terdengar suara, "Tolong, Nak, tolong!" Elis dan Nina kaget. Tidak biasanya ada suara minta tolong. Elis dan Nina menengok ke kiri, menengok ke kanan, melihat ke atas, juga ke bawah. "Nina, tuh di bawah pohon ada kantong kresek hitam. Suara itu seperti dari dalam kresek," seru Elis sambil mendekatkan wajahnya ke telinga Nina. "W...

SAATNYA MELUANGKAN WAKTU KUMPUL SANAK SAUDARA

Gambar
SAATNYA MELUANGKAN WAKTU KUMPUL SANAK SAUDARA Urusan dinas pekerjaan tiada henti seiring nafas yang terus lengket mendampingi tubuh. Berbeda dengan bertemu sanak saudara jikalau kita tidak mementingkan dan menargetkan waktu untuk bertemu, sulit sekali berjumpa. Bertemu sanak saudara apalagi kita berada di perantauan dan mudik ke kampung paling banyak bertemu dua kali dalam setahun. Kecuali ke kampung yang bisa ditempuh misalnya hanya tiga jam perjalanan. Hari Sabtu, 24 Januari 2026 adalah hari yang ditunggu, yakni hari liburan bersama  setelah beberapa minggu sebelumnya saya, keluarga, Ibu, adik, dan Kakak, diskusi menyamakan peresepsi waktu untuk bertemu dan berlibur.  Pukul 09.30  saya, suami, anak, dan cucu berangkat dari rumah menuju Purwakarta. Tujuan utama liburan adalah wikayah Kuningan, yakni daerah sekitar Kaki Gunung Ceremai. Saya janjian dengan Ibu, keluarga adik, dan Kakak bertemu langsung di lokasi.  Sungguh bahagia ketika bepergian bersama cucu. Anak us...

SEURI BARI JEUNG CEURIK

 SEURI BARI JEUNG CEURIK Duka kumaha mimitina, nu jelasmah hayang seuri tapi oge keueung beak karep nandangan kajadian tadi beurang. Caritana kuring, salaki, indung, incu, adi, jeung lanceuk liburan di villa deukeut Gunung Ceremai Kuningan. Ari pèk nepi ka tempat parkir mobil ampir kateunggar kayu haliber tina imah kayu luhureun parkiran. Kuring gimir  incu oge ngagoak ceurik sieuneun.  Emang ti kamari kènèh malah aya samingguna meureun poè tèh angkeub jeung teu welèh hujan waè. Jiga tadi ti mimiti indit ti Bandung nepi ka ieu villa sapapanjang jalan hujan. Komo geus asup ka Kuningan mah hujan dibarengan ku angin gedè ngagelebus paur di jalan gè, paur tangkal  kai atawa dahan ninggang ka awak urang.  Tah,  nepi ka tempat parkir kajadian angin gedè deui. Duh paur kai racleng, kana mobil komo ninggang awak atawa sirah. Bari ribut dipapagkeun patugas villa, kuring sarèrèa nepi ka villa anu dituju. Ari di villa kulawarga nu sèjèn geus nungguan  sing purung...

LOBA JALMA ANYAR (Pentigraf)

 LOBA JALMA ANYAR Kuring ngabarakatak seuri, ninggang aya guru nyeletuk, "Bu, mun usum hujan kieu, ngadak-ngadak sok loba jalma anyar da?" Kuring ngahuleng kagèt jeung bingung. Bari nanya kunaon sababna, pèk tèh èta guru nèmbalan, yèn loba jalma anyar tèh nu boga motor  atawa naèk motor.  Terus èta guru ngajèntrèkeun deui. Usum hujan tangtuna mun naèk motor  bakal huhujanan. Komo lamun huhujanan bari jeung babaseuhan da lantaran teu mawa jas hujan. Kuring rada unggeuk-unggeukan bari jeung dilenyepan èmang kaharti.  Antukna èta guru ngadongèngkeun deui bari mèsem yèn jas hujan dijieunna tina palastik. Naon-naon nu dibungkus palastik geus pasti barang anyar. Baju anyar, sendal anyar, jeung sajabana. Tah, jalma ogè nu naèk motor, jas hujan tèh sarua palastik, jalma nu dipalastikan tinangtu jalma anyar kènèh, lain anyar pinanggih atawa pindah, tapi anyar jiga sapatu, atawa baju. Beu, kaharti kitumah. Bari kuring nyeuleukeuteuk.  Cag ah!  Lalakon di sakola ...

KESEPAKATAN KELAS SARANA EFEKTIF PENGUATAN KARAKTER MURID

KESEPAKATAN KELAS SARANA EFEKTIF PENGUATAN KARAKTER MURID Hampir tiap hari ada saja murid yang berbuat tidak baik dalam lingkungan sekolah. Tidak hormat pada guru, kesiangan, bolos, berkelahi, perundungan, dan sebagainya. Ibarat angin terus berhembus, satu sisi menyegarkan  di sisi lain bisa menyebabkan masuk angin. Lebih jauh masuk angin tidak karena angin saja  tetapi karena pola makan atau telat makan. Begitu pun karakter tidak baik pada murid,   bisa saja terjadi karena kurangnya pencegahan  dan pendekatan, serta cara penanganannya. Menarik sekali ketika beberapa tahun terakhir kita mendengar istilah kesepakatan kelas. Kesepakatan kelas merupakan norma atau aturan kelas yang dibuat secara bersama oleh pendidik dan murid untuk menciptakan suasana kondusif, nyaman, dan menyenangkan. Norma aturan itu dibuat berdasarkan hasil diskusi disepakati, dan diharapkan dilaksanakan dengan penuh tanggung jawab (komitmen bersama). Norma hasil kesepakatan dilaksanakan bukan...

RINDUKU PADA PENA

RINDUKU PADA PENA Oleh N. Mimin Rukmini Rinduku pada pena Adalah rindu Tanaman perdu Pena kutulis Pikir menangis Entah apa yang disapa Sedang angin terus berhembus Rinduku pada pena  Adalah rindu tanaman perdu Pena kukayuh Sedang ilmu tak kubasuh Akal tak kuasah Langkah tertatih Rinduku pada pena  Adalah rindu tanaman perdu Ketika pena bernyanyi Suara parau Sumbang salah juang Bunyi tak berarti Sunyi sepi Rinduku pada pena Adalah rindu tanaman perdu Gerak pena penuh kaku Langkah lunglai banyak lalai Pena kembali kugoreskan Kupetik waktu Hingga raga tak lagi menyapa Bandung Barat, 21 Januari 2026

MENGGIRING MURID UNTUK TETAP BERADAB

MENGGIRING MURID UNTUK TETAP BERADAB Beberapa waktu lalu saya memerhatikan tanah di pekarangan rumah. Saya refleksikan bagaimana ketika tanah menerima segala macam sampah, kotoran, dan sejenisnya, namun beberapa saat kemudian tanah kembali pada bentuk semula bahkan istimewa bisa menjadi  obat. Tanah pun bisa menyuburkan dan menumbuhkan tanaman. Tanaman dengan berbagai jenis dan bentuk yang beragam.  Lalu saya pun merenung ketika guru menghadapi berbagai karakter murid hingga saya mengilustrasikan tanah tersebut dengan kehidupan guru. Mampukah guru hidup seperti tanah? Artinya, guru bisa menjadi bengkel sikap murid, mendampingi, mengarahkan murid, hingga ketika murid berperilaku kurang etis mampu kembali ke sikap yang lebih etis.  Pembahasan tentang adab atau budi pekerti tak akan ada ujungnya. Termasuk adab di satuan Pendidikan. Bagaimana sopan santun antara murid dengan murid, murid dengan pendidik dan tendik atau  murid dengan orang tua, dan masyarakat sekitar. Say...

MEMBANGUN MUSALA

Gambar
  MEMBANGUN MUSALA Empat tahun berjalan saya menjadi pimpinan di Satuan Pendidikan SMP Negeri 3 Cililin. Suka duka menjadi pimpinan terus melekat seiring banyaknya pelajaran dari pengalaman. Ibarat tumbuh kembangnya pohon yang kita tanam, boleh jadi tanaman semakin berdaun dan berbuah lebat, atau justru kurang bertumbuh dan berkembang. Visi dan misi mewujudkan murid yang berakhlak mulia, unggul, terampil, inovatif, aktif, religius, dan adaptif “Mutiara” menjadi dasar dalam pelaksanaan proses pembelajaran, baik intrakurikuler, ekstrakurikuler, maupun kokurikuler.   Namun, upaya mewujudkan visi tersebut tentu tidak terlepas dari dukungan sarana dan prasarana. Sarana dan prasarana menjadi salah satu aspek penentu keberhasilan proses pendidikan. Termasuk di dalamnya sarana ibadah berupa musala yang hingga kini belum dimiliki sekolah. Ketiadaan sarana ibadah utama ini menjadi salah satu kendala dalam pembentukan karakter religius murid. Ibadah salat secara berjemaah yang dapat...

BERBALAS PANTUN DI GRUP RVL

 BERBALAS PANTUN DI GRUP RVL Bunga indah mau kubeli Warna ping bunga sakura  Melihat grup rame sekali Di pagi dingin membaca gembira Kita berlari supaya sehat Sambil joging nada doremi Minggu pagi terasa hangat Larut di grup RVL bareng suami Elok nian baju berenda Dipakai bunda ke Suramadu Pantun pagi sungguh menggoda     Grup RVL makin dirindu Kapal berlabuh di lautan  Kendali nahkoda tiada takut Menulis bersama jadi harapan Dengan RVL kita berlanjut Ke Bogor lanjut Selabintana Tentu singgah di Sukabumi Pantun indah banyak makna Pengikat hati, silaturahmi Negeri kita ya Indonesia Banyak ragam budaya buhun Minggu ini sungguh ceria.  Di grup RVL berbalas pantun Kain tenun hiasan kusen Motif batik seni budaya Antologi pantun sangatlah keren Kita bersantai sambil berkarya Bunga bugenvil dibawa gadis Cantik manis Si Anak Tunggal Grup RVL bengkel menulis Tak berkarya bakal tertinggal Terasa manis buah pepaya Enak dimakan dipotong dadu Tetap menulis lanjut b...

MENULIS, BEBAN, DAN KEBAHAGIAAN

Gambar
  MENULIS, BEBAN, DAN KEBAHAGIAAN Telah banyak pendapat, taktik, jurus jitu, motivasi, dan sebagainya tentang menulis. Termasuk pendapat Abah Khoiri, Prof Naim, Bunda Daswatia, dan terakhir pendapat Kang Makhrus. Sajian tentang menulis yang beraneka ragam dilihat dari sudut pandang penulis, memberi kesan tersendiri, namun memang dapat saya rasakan bagaimana perumpamaan-perumpamaan itu teralami pada saat sebelum, selama, atau sesudah menulis.  Saya pernah mengemukakan bahwa menulis itu ibarat terjebak di hutan rimba, bagaimana caranya keluar dari hutan. Yang kadang dirasa amat lucu, mengapa toh kita ingin terjebak lagi di hutan belantata tersebut. Orang suka mendaki, padahal mendaki itu cape, eh, malah ingin mendaki lagi, bahkan mendaki ke tempat yang lebih terjal.  Lalu saya mencoba menulis harian, ketika  hari ini belum menulis jadilah beban hidup mendalam.  Padahal tidak ada yang mengejar, tidak ada pula tuntutan harus menulis. Seperti perumpamaan mengendarai ...

HANYA KARENA IBU

 HANYA KARENA IBU Jumat, 16 Januari 2026  adalah hari bertepatan dengan Hari Isro Miraznya Nabi Muhammed SAW sehingga hari ini termasuk hari libur. Walau libur untuk suami kebetulan ada kegiatan Hab Depag yang pada akhirnya Beliau tak bisa libur.  Pada situasi demikian suami tak di rumah, sudah pasti saya ingat pada Ibu, Orang tua yang tinggal sendiri di kampung. Saya bahagia manakala selagi sehat dan kuat selalu ingin menemani Ibu, walau hanya 24 jam saja.  Hidup serasa hampa jika saat libur tidak menemani Ibu. Padahal itu juga setiap hari mesti saya menelpon Ibu. Satu kali saja Ibu tak dapat ditelepon, saya tuh pasti bertanya pada tetangga Ibu, atau minta tolong disuruh membetulkan hp Ibu. Kalau tidak habis kuota internetnya, bisa jadi data internetnya kepijit Ibu. Beginilah gaya anak manja, atau memang ceritanya selalu ingin memuliakan orang tua.  Saya berpikir, mumpung masih ada Ibu, dan jika memang saya sedang sehat  mengapa tidak saya berkunjung padan...

DAMPAK MENATA ULANG RUANGAN TERHADAP MOTIVASI KINERJA

DAMPAK MENATA ULANG RUANGAN TERHADAP MOTIVASI KINERJA Beberapa waktu lalu, ketika baru saja ada empat tendik diangkat menjadi P3K paruh waktu, salah seorang di antara mereka meminta izin pada saya untuk mengubah dan membenahi ruang guru termasuk  pula  ruang Tata Usaha (TU) . Saya sangat mengapresiasi, saat itu juga saya acungi jempol. Dengan mengatakan  bahwa itu ide mantap dan lanjut untuk dikerjakan. Ia pun seperti gembira sekali. Lantas dibantu rekan guru dan tendik lain menata ruangan lebih rapih dan indah.  Situasi memberi apresiasi pada seseorang sekecil apapun langkah yang diberikan dipastikan akan berdampak positif baik secara fisik maupun psikis. Demikian pun jika apresiasi itu diberikan kepada murid, sudah tentu murid tersebut akan merasa dilayani dan diakui sekecil apapun kemampuan murid.  Rabu, 14 Januari 2026 adalah hari yang semakin mengesankan ketika memasuki ruang guru. Posisi meja guru, kursi, dan lemari berbeda dari posisi semula. Kursi dan me...

RAPAT AWAL SEMESTER MEMBANGUN SINERGITAS YANG PAS

RAPAT AWAL SEMESTER MEMBANGUN SINERGITAS YANG PAS Senin, 12 Januari 2026 adalah hari pertama masuk semester genap.   Seperti biasa awal masuk sekolah, pembelajaran hari pertama tidak serta merta  mengacu pada materi, tetapi hari pertama dimulai dengan pengarahan pembelajaran dalam bentuk refleksi atau membuat kesepakatan kelas, bersih-besih kelas dan sebagainya. Usai mengarahkan pembelajaran, guru dan tendik, saya ajak untuk rapat awal semester.  Sebagai pimpinan, dalam rapat saya sampaikan hal-hal sebagai berikut. Pertama, disampaikan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada rekan wakil kepala sekolah, guru, dan tendik atas kinerja mereka dan kerja-sama yang telah dilakukan selama ini. Tanpa kerja sama dan semangat kerja mereka, proses pembelajaran khususnya dan umumnya kinerja di satuan pendidikan tidak akan berjalan dengan baik sesuai visi, misi sekolah.  Kedua, sebagai pimpinan satuan pendidikan sudah selayaknya selalu memohon maaf atas perilaku manajerial s...

Menulis, Belajar, Bergerak, Dan Terus Menulis

Gambar
Belajar berarti bergerak dan mengubah. Bergerak dan mengubah posisi dipastikan mendapat pengalaman. Pengalaman merupakan realita dan fakta dari proses belajat dan bergerak. Menulis adalah membungkus dari apa yang telah kita pelajari dan kita alami.  Indah nian, andai kita selalu belajar, bergerak, menulis, dan terus berubah. Pak Ary Ginanjar Agustian jika mau maju dan berubah ubahlah empat hal, yakni sebagai berikut.  1. Mengubah lamunan, hemat saya berarti mengubah pola pikir. Salah satunya kita tidak selalu diam dalam zona nyaman, sebaliknya terus berpikir, mengembangkan, dan meluaskan jangkauan pemikiran.  2. Mengubah kebiasaan. Sama halnya dengan mengubah pola pikir, mungubah kebiasaan artinya tindakan, langkah, apapun kebiasaan ubahlah ke arah yang lebih baik. Satu atau dua kebiasaan kita lakukan secara konsisten,   hidup ini akan berubah pula ke arah yang lebih baik.  3. Mengubah buku bacaan. Boleh jadi dilihat secara kuantitatif ataupun kualitatif. T...

TURUT BERLIBUR, SERU DAN SUNGGUH BERARTI

 TURUT BERLIBUR, SERU DAN SUNGGUH BERARTI Rabu, 7 Januari 2026 adalah rencana kepergian saya dan  suami untuk mengikuti acara liburan sambil workshop guru dan tendik MAN Bandung Barat. Indah nian liburan sambil belajar, sekali merengkuh dayung, dua tiga pulau terlampaui. Tidak hanya liburan, tamasya, dan worshop, saya pun walau sekadar turut suami, saat bersamaan ikut menulis antologi pantun tuntas dan lolos penilaian dan pendampingan dari mentor pada Kamis malam, 8 Januari 2026. Tepat pukul 23.00 2 bus meluncur dari MAN Bandung Barat Çililin. Kurang lebih 60 orang guru dan tendik, serta keluarga berbahagia larut dalam suasana tamasya.  Pagi hari pukul 07.30 an setelah di perjalanan saat salat subuh dan istirahat sejenak, lalu makan pagi, kami sampai di tempat wisata Citumang sebagai tujuan pertama. Tidak semua peserta ikut body rafting ciri khas wisata Citumang karena wisata air yang satu ini cukup menantang dan memerlukan keberanian tingkat tinggi. Sepertiga dari kami, ...

TILU BIDADARI SALAH TURUN

 TILU BIDADARI SALAH TURUN Aya-aya waè dongeng babaturan na mangsa dina beus balik piknik ti Pangandaran. Tilu ema-ema nu sakamar bet mandi babarengan sabada ngojay di laut jeung di hotel. Majar tèh  "Da sieun asup angin mun kuring kudu silih tungguan," Teu kuhanteu batur dina beus, eak nyakakak, nyengseurikeun kalakuan èta tilu ema-ema. Ahirna babaturan rada lila ogè nanggap ema-ema tilu bidadari èta, ti mimiti asup ka kamar  nepi ngabagi cai di kamar mandi.  Cai nu dibagi ku tiluan tèh nyaeta nu saurang mandi dina wastapèl makè gelas paranti nginum nu aya di kamar. Ema nu kadua make selang paranti obèh nu napel kana WC. Tah, Ema nu katilu nu pang ngeunahna bari sakapeung  disènggolan kunu duaan, lantaran hayang cai nu leuwih gedè ngocorna. Kabayang ku urang tilu ema-ema bubulucun di kamar mandi. Untungna kamar mandi tèh rada lega. Atuh nyata ieu mah nya, Lur! 😁 Tilu Bidadari tèh salah turun. Nu kuduna  turun ka leuwi jadi ka kamar mandi. Beu!  Cag a...

MENANAMKAN KARAKTER TANGGUNG JAWAB KEPADA MURID

MENANAMKAN KARAKTER TANGGUNG JAWAB KEPADA MURID Ibarat bertanam pohon. Bagus pemeliharaanya akan bagus pula hasilnya. Demikian pun tingkah laku seseorang. Baik perangai dan belajarnya insyaallah akan baik pula hasil dari perangai dan belajarnya.  Ilustrasi di atas saya terapkan pada ketika murid selalu berbuat dan belajar dengan baik, misal selalu taat aturan sekolah dan mengerjakan tugas secara baik dan tuntas dipastikan hasil dari rapornya akan baik pula. Sebaliknya jika murid sulit belajar dan malas terhadap tugas, di akhir tahun atau semester akan menjadi masalah guru atau murid itu sendiri.  Saat pembagian rapor semester kemarin, hasil rapat guru dan menjadi kesepakatan dari awal semester, dikemukakan bahwa murid yang tidak selesai mengerjakan Tantangan Membaca Kepala sekolah (TMKS), rapor mereka sepakat untuk tidak dibagikan. Akhirnya ada beberapa murid yang tidak menerima rapor.  Bahkan ada murid peringkat 2 di kelas delapan tidak dibagikan rapornya karena  be...

KETIKA JALAN KE SEKOLAH AMBLAS

Gambar
  KETIKA JALAN KE SEKOLAH AMBLAS Sejak malam tadi saya terus memutar pikir dan akal bagaimana agar pagi ini bisa pergi ke sekolah. Akhirnya saya ambil keputusan untuk melewati jalur jauh ke arah Soreang. Jalur yang belum pernah saya alami ketika pergi. Sebaliknya, kalau balik dari sekolah mengendarai sepeda motor sendiri mungkin sudah lebih dari dua kali. Itu pun karena sedang hujan,  jalan jalur Cililin ke arah Juki lebih berbahaya. Hal memutar jalur ke arah Soreang terjadi karena jalan yang biasa dilewati, yakni daerah Bangsaya 4 Desember lalu terdampak longsor sekitar 30 meter. Bersyukur sementara masih musim hujan, saat ini keadaan sekolah diperkirakan aman tidak seperti dua tahun lalu, TPT ambruk menobros kelas.  Beruntung jalan amblas akibat longsor  dikunjungi langsung Bupati Bandung Barat langsung ditangani dan jalan diperbaiki. Memang itu juga sementara menunggu alat berat, masyarakat sekitar Desa Nangerang dan Karyamukti (desa di mana SMPN 3 berdiri)  ...

MEMBANGUN KOLABORASI DALAM PEMBELAJARAN MENDALAM

 MEMBANGUN KOLABORASI DALAM PEMBELAJARAN MENDALAM Tidak mudah mengubah hidup. Salah satunya mengubah kebiasaan. Termasuk mengubah kebiasaan pembelajaran konvesional ke arah pembelajaran inovasi, atau pembelajaran hasil reflektif. Pembelajaran Mendalam (PM) yang merupakan pembelajaran transformasional lebih dari sekadar transfer pengetahuan, berpusat pada murid, hingga murid memahami, mengaplikasi, serta dapat merefleksi hasil pembelajaran. PM adalah pembelajaran yang sungguh-sungguh memerlukan kolaborasi, dan sinergitas antarelemen terkait.  Konsep PM jika tidak dibiasakan diaplikasikan dalam pembelajaran, dunia pendidikan tak akan ada perubahan. Seberapa hebat, dan bagusnya kebijakan tak akan dapat mengubah keadaan manakala guru sebagai pelaksana pembelajaran tidak menjadikan PM sebagai pendekatan pembelajaran. Guru inovatif dan reflektif selamanya selalu ingin mengubah pembelajaran ke dalam pembelajaran yang lebih pariatif.  Sebagaimana prinsip belajar murid pada PM, ya...

MENDORONG TERWUJUDNYA PEMBELAJARAN MENDALAM (PM)

MENDORONG TERWUJUDNYA PEMBELAJARAN MENDALAM (PM)  Perbincangan proses pembelajaran dalam kancah pendidikan tak ada hentinya. Keberhasilan pendidikan bergantung pada proses pembelajaran. Ironinya, pembelajaran yang dilakukan guru seolah-olah hanya dengan praktik didaktik serupa. Kurang pariatif apalagi inovarif, dan reflektif. Padahal kebijakan pemerintah, hampir setiap ganti pimpinan berganti pula kebijakan kaitan dengan proses pembelajaran. Walaupun pada dasarnya antara kebijakan yang satu hampir serupa dengan kebijakan yang lain.  Menanggapi fenomena ganti pimpinan, ganti kebijakan guru atau tendik tidak mesti dibuat pusing atau secara cepat beralih sikap. Namun, tidak pula bersikap tidak peduli terhadap  kebijakan tersebut. Hal yang diambil adalah guru terus belajar menyesuaikan diri dengan apa yang sedang berkembang. Ibarat timbul cahaya dalam gelap, tidak mungkin cahaya bisa diserap sekali gus. Pelan, tetapi pasti cahaya diarahkan sedikit demi sedikit, lambat laun ge...

BERKESADARAN, BERPIKIR POSITIF, DAN BERKOLABORASI

 BERKESADARAN, BERPIKIR POSITIF, DAN BERKOLABORASI BERKESADARAN, BERPIKIR POSITIF, DAN BERKOLABORASI Arus informasi secepat kilat di era digital memengaruhi setiap relung kehidupan saat ini. Perubahan lapak kehidupan secara sadar  atau tidak pastinya dialami setiap insan. Ibarat bola pingpong yang ditumpuki kerikil, lalu disiram air, lantas bola pingpong naik seiring siraman air. Naah, mampukah di era digital ini posisi kita seperti bola pingpong? Bola pingpong ibaratnya adalah potensi, air sebagai energi, sedangkan kerikilnya adalah masalah kehidupan. Sungguh indah ilustrasi tersebut. Artinya bahwa yang diperlukan saat ini adalah kesadaran mendalam terhadap realitas kehidupan. Sadar dan menyadari kita memiliki potensi sekaligus energi yang akan memecahkan tantangan dalam hidup dan kehidupan. Demikian pun guru atau tendik menyadari bagaimana ketika memasuki awal pembelajaran semester genap setelah memasuki awal tahun baru 2026. Sebagai guru dan tenaga pendidikan di awal pembel...

TAUN BARU, HARAPAN, DAN SEMANGAT BARU

 TAUN BARU, HARAPAN, DAN SEMANGAT BARU Menarik sekali ilustrasi kehidupan dalam salah satu video tiktok yang menggambarkan seorang nenek dan seorang gadis pada perjalanan kereta api. Video memaparkan bagaimana sabarnya seorang Nenek yang tempat duduknya ditumpuk barang bawaan seorang gadis. Gadis itu sendiri menguji sang nenek "Biarkan saja nenek-nenek ini, pindah juga lebih baik, " gumam Si Gadis dalam hati.  Sementara dari kursi sebelah ada penumpang yang melihat kelakuan Gadis dan Nenek itu. Si Nenek tetap kelihatan ceria walau kursinya jadi sempit karena ulah Si Gadis, Sedangkan Gadis itu sendiri kelihatan cemberut. Seolah ia ingin mengusir Si Nenek. Hingga di stasiun berikutnya SinGadis turun karena mungkin sudah sampai.  Setelah Si Gadis turun, penumpang di sebelah tadi memuji Si Nenek  dan menanyakan, bahwa mengapa Si Nenek tidak marah pada Gadis tadi. Yang seharusnya marah Nenek, bukan Gadis tadi. Si Nenek hanya tersenyum dan menjawab, "Kita naik kereta tidak...