KETIKA JALAN KE SEKOLAH AMBLAS

 



KETIKA JALAN KE SEKOLAH AMBLAS


Sejak malam tadi saya terus memutar pikir dan akal bagaimana agar pagi ini bisa pergi ke sekolah. Akhirnya saya ambil keputusan untuk melewati jalur jauh ke arah Soreang. Jalur yang belum pernah saya alami ketika pergi. Sebaliknya, kalau balik dari sekolah mengendarai sepeda motor sendiri mungkin sudah lebih dari dua kali. Itu pun karena sedang hujan,  jalan jalur Cililin ke arah Juki lebih berbahaya.

Hal memutar jalur ke arah Soreang terjadi karena jalan yang biasa dilewati, yakni daerah Bangsaya 4 Desember lalu terdampak longsor sekitar 30 meter. Bersyukur sementara masih musim hujan, saat ini keadaan sekolah diperkirakan aman tidak seperti dua tahun lalu, TPT ambruk menobros kelas. 

Beruntung jalan amblas akibat longsor  dikunjungi langsung Bupati Bandung Barat langsung ditangani dan jalan diperbaiki. Memang itu juga sementara menunggu alat berat, masyarakat sekitar Desa Nangerang dan Karyamukti (desa di mana SMPN 3 berdiri)  bersatu padu secara bergiliran membuat sengkeden dengan ditahan bambu gelondongan. Motor yang lewat disebrangkan oleh penduduk yang sudah mahir mengendarai sepedah motor. Untuk pagi ini bahkan sejak kemarin, justru jalan amblas ridak boleh dilewati untuk satu atau dua minggu je depan  karena jalan  sedan dicor. 

Tepat pukul delapan saya siap meluncur ke arah Soreang. Pertamax  saya isi penuh agar tenang di perjalanan. Tak lupa saya beli pula kudapan untuk yang sedang mengerjaksn musola. Tahun 2025 target membangun musola, di akhir tahun bahkan mengawali tahun 2026 pembangunan  musola .baru dimulai. 

Sepanjang perjalanan selama mengendarai sepeda motor, saya fokuskan untuk lebih berhati-hati. Lewat jalur arah Soreang lebih ramai dibanding arah Cililin. Artinya, ramai ya, takut ada salah mengendarai. Sepi pun, setelah masuk perkampungan  dan perkebuman, jalan naik dan berkelok sungguh harus lebih mengencangkan ikat pinggang. 

Keramaian di Soreang telah dilewati. Masuk ke perkampungan, mulai lebih tantangan. Saya dua kali bertanya karena lupa jalan. MasyaAlloh! Jalan perbukitan yang baru-baru ini, baru selesai diaspal, eh ternyata sudah jelek kembali. Saya fokus dan memilih jalan yang tidak terlalu bergelombang. Licin, becek, air seperti di kubangan, betul-betul saya nikmati. 

Di jalan saya sempatkan pula untuk mengambil foto dan video alam yang indah. 

Sebelum sampai di sekolah, saya mampir dahulu di rumah Pak Komite. Ngobrol sebentar, dan mengambil keputusan untuk tindakan membangun musola berikutnya. 

Tiba di sekolah, saya kontrol pembangunan musola. Biasa yang saya lakukan mengucapkan terimakasih, dan memberi semangat atas apa yang mereka stap TU dan pegawai musola lakukan. 

Pukul 13.00 saya kembali pulang. Cuaca cukup cerah. Alhamdulillah 14.30. Saya sudah kembali pulang ke rumah. Itulah kisah hari ini. Apa yang saya tulis, hanya sekadar ingin menulis harian untuk mengasah bagaimana potensi menulis harian saya.  Saya siap belajar. 🙏


Bandung Barat, 6 Januari 2026

#6

Komentar

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Pembelajaran dari Kedatangan Seekor Kucing Sakit

PEK KOPER, MANEH BALIK TIHEULA NYA!