MENDORONG TERWUJUDNYA PEMBELAJARAN MENDALAM (PM)

MENDORONG TERWUJUDNYA PEMBELAJARAN MENDALAM (PM) 


Perbincangan proses pembelajaran dalam kancah pendidikan tak ada hentinya. Keberhasilan pendidikan bergantung pada proses pembelajaran. Ironinya, pembelajaran yang dilakukan guru seolah-olah hanya dengan praktik didaktik serupa. Kurang pariatif apalagi inovarif, dan reflektif. Padahal kebijakan pemerintah, hampir setiap ganti pimpinan berganti pula kebijakan kaitan dengan proses pembelajaran. Walaupun pada dasarnya antara kebijakan yang satu hampir serupa dengan kebijakan yang lain. 

Menanggapi fenomena ganti pimpinan, ganti kebijakan guru atau tendik tidak mesti dibuat pusing atau secara cepat beralih sikap. Namun, tidak pula bersikap tidak peduli terhadap  kebijakan tersebut. Hal yang diambil adalah guru terus belajar menyesuaikan diri dengan apa yang sedang berkembang. Ibarat timbul cahaya dalam gelap, tidak mungkin cahaya bisa diserap sekali gus. Pelan, tetapi pasti cahaya diarahkan sedikit demi sedikit, lambat laun gelap akan berubah menjadi terang. 

Seperti halnya Kebijakan Pembelajaran Mendalam (PM) yang baru digulirkan secara resmi berbarengan dengan Pak Menteri Abdul Mu'ti pada dua tahun berjalan. PM menjadi dasar pendekatan pembelajaran di satuan pendidikan. Dengan harapan, melalui PM pembelajaran di satuan pendidikan akan cepat menggapai hasil yang diharapkan. PM harus diimplementasikan bukan sekadar pada proses pembelajaran, melainkan pada setiap langkah kegiatan di satuan pendidikan. PM sejatinya memayungi visi, misi, dan tujuan satuan pendidikan khususnya, dan umumnya tujuan pendidikan nasional yang tercermin dalam delapan profil lulusan

Prinsip PM yang meliputi pembelajaran berkesadaran (mainful learning), pembelajaran bermakna (mainingful learning), dan pembelajaran menyenangkan (joyful learning), prinsip tersebut bukan sekadar baru dimulai di dalam kelas saat pembelajaran, melainkan sejatinya dimulai sejak melangkah kegiatan awal semester. 

Beberapa hal yang sebaiknya dilakukan kaitan dengan prinsip PM tersebut adalah sebagai berikut.

Pertama, sejak persiapan masuk awal semester guru secara sadar dan menyadari secara fisik dan mental,  berdasar hasil refleksi semester sebelumnya  berniat dengan sesungguhnya akan melakukan pembelajaran mendalam yang berpusat pada murid. Guru melayani, membimbing, dan mengarahkan murid, tanpa sedikit pun mengabaikan mereka misal saat mereka berdiskusi. Dengan menanamkan bagaimana murid sadar akan hal yang dipelajari, bermakna, serta menyenangkan, diharapkan nantinya murid memahami, mampu menerapkan materi serta merefleksikan materi yang telah mereka pelajari. 

Kedua, di hari pertama masuk kelas, guru tidak serta merta mengajak murid langsung pada materi, tetapi membawa mereka untuk merefleksi kegiatan pembelajaran semester lalu. Bahkan disarankan pula bawa mereka bersenda gurau,  bagaimana pengalaman selama libur semester. Guru mengajak pula membuat kesepakatan kelas pada murid, serta menyuruh mereka tentang target, harapan, sikap, dan kebiasaan mereka di semester ini. Anggap saja, agenda hari pertama adalah pengarahan pembelajaran.Tujuan dari langkah kegiatan ini adalah untuk kembali memfokuskan murid pada pembelajaran. Agar murid dan guru kembali menyadari akan tugas dan kegiatan pembelajaran semester baru. 

Ketiga, guru berkolaborasi  dengan rekan di satuan pendidikan atau di MGMP untuk terus berinovasi dalam pembelajaran di kelas. Tak lupa guru pun mampu berkolaborasi dengan pimpinan, dan pengawas satuan pendidikan. PM akan lebih terealisasi tatkala kolaborasi dengan mapel lain. Kolaborasi guru akan berdampak pula pada kolaborasi murid saat diskusi sesungguhnya  di dalam pembelajaran. 

Terakhir, keempat sejatinya guru selama melaksanakan PM selama itu pula terus belajar dan menggali informasi bagaimana melaksanakan PM secara baik dan benar sehingga PM betul-betul menjadi transformasi pendekatan pembelajaran yang holistik. Berpusat pada murid, menjadikan murid berpikir kritis, dan berwawasan ke depan. 

Melalui langkah nyata dari empat hal di atas, diharapkan akan mempercepat terimplementasikannya PM di satuan pendidikan serta mampu meningkatkan pembelajaran yang berhasil dan berdaya guna. Semoga! 

Sumber bacaan: 

Apandi, Idris. 2025. Memahami Deep Learning Tanpa Pening. Yogyakarta: Samudra Biru. 

https://vt.tiktok.com/ZS5D2xbWS/


Bandung Barat, 3 Januari 2026

#3

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Pembelajaran dari Kedatangan Seekor Kucing Sakit

PEK KOPER, MANEH BALIK TIHEULA NYA!