TURUT BERLIBUR, SERU DAN SUNGGUH BERARTI
TURUT BERLIBUR, SERU DAN SUNGGUH BERARTI
Rabu, 7 Januari 2026 adalah rencana kepergian saya dan suami untuk mengikuti acara liburan sambil workshop guru dan tendik MAN Bandung Barat. Indah nian liburan sambil belajar, sekali merengkuh dayung, dua tiga pulau terlampaui. Tidak hanya liburan, tamasya, dan worshop, saya pun walau sekadar turut suami, saat bersamaan ikut menulis antologi pantun tuntas dan lolos penilaian dan pendampingan dari mentor pada Kamis malam, 8 Januari 2026.
Tepat pukul 23.00 2 bus meluncur dari MAN Bandung Barat Çililin. Kurang lebih 60 orang guru dan tendik, serta keluarga berbahagia larut dalam suasana tamasya.
Pagi hari pukul 07.30 an setelah di perjalanan saat salat subuh dan istirahat sejenak, lalu makan pagi, kami sampai di tempat wisata Citumang sebagai tujuan pertama. Tidak semua peserta ikut body rafting ciri khas wisata Citumang karena wisata air yang satu ini cukup menantang dan memerlukan keberanian tingkat tinggi. Sepertiga dari kami, termasuk saya dan suami tidak ikut terjun menyusuri sungai yang indah luar biasa. Saya, suami dan kawan-kawan yang tidak body rafting hanya menceburkan kaki di kolam khusus untuk mencoba terapi ikan.
Setelah body rafting dan makan siang di Citumang, kami menuju hotel Grand Pasifik untuk cek in hotel. Malam hari semua peserta, usai makan malam terlibat larut dalam acara workshop, hiburan, dan tukar kado. Antrian makan malam memakna pesona keakraban tersendiri. Demikian pun paparan workshop yang dibuka secara resmi Kasi Madrasah, dilanjut sambutan Kepala MAN, dan Pak Komite, memberi kesan mendalan tentang bagaimana Arkas dan penggunaannya pada madrasah.
Sementara itu pula bersamaan dengan acara di depan, tanpa disengaja saya pun menghubungi dan menyetor pantun majlis untuk buku antologi. Pantun yang saya setor tentang *Pantun Perpisahan Kelas Sembilan* Enam bait pantun yang saya kirim kepada Mentor memberi kesan mendalam bagaimana menulis pantun yang indah. Pendampingan pantun dilakukan melalui chatingan di WA. Kurang lebih 1,5 jam saya usai dan lolos bimbingan pantun.
Pagi hari saya dan suami berkeliling mencari oleh-oleh jambal roti, ciri khas wisata Pangandaran. Rasanya tak puas jika tak membeli ikan asin jambal.
Hal mengasyikan usai jalan-jalan, saya, ibu-ibu, beberapa Bapak-Bapak, serta anak-anak keluarga besar MAN Cililin berenang di kolam renang hotel. Sebagian mereka usai berenang dari pantai. Keseruan betul-betul saya dapatkan di kolam renang ini. Saya kena prank, atau dirundung oleh beberapa Ibu-Ibu. Dirundung dalam suasana bahagia. Gelak tawa, ceria, bukan sebaliknya perundingan dalam arti negatif.
Bada Jumat Kami cek out hotel. Keluarga besar MAN Cililin kembali pulang ke Bandung. Rehat sejenak menikmati liburan usai sudah. Pengalaman kebersamaan dengan rekan kinerja suami menorehkan kenangan dan kebahagiaan tersendiri. Belum lagi lolosnya seleksi bimbingan pantun yang super ketat, namun seru dari mentor, lengkap sudah kebahagiaan yang saya dapatkan. Alhamdulillah.
Penyempurnaan dan hasil edit
Bandung Barat, 11 Januari 2025
Komentar
Posting Komentar