TAUN BARU, HARAPAN, DAN SEMANGAT BARU
TAUN BARU, HARAPAN, DAN SEMANGAT BARU
Menarik sekali ilustrasi kehidupan dalam salah satu video tiktok yang menggambarkan seorang nenek dan seorang gadis pada perjalanan kereta api. Video memaparkan bagaimana sabarnya seorang Nenek yang tempat duduknya ditumpuk barang bawaan seorang gadis. Gadis itu sendiri menguji sang nenek "Biarkan saja nenek-nenek ini, pindah juga lebih baik, " gumam Si Gadis dalam hati.
Sementara dari kursi sebelah ada penumpang yang melihat kelakuan Gadis dan Nenek itu. Si Nenek tetap kelihatan ceria walau kursinya jadi sempit karena ulah Si Gadis, Sedangkan Gadis itu sendiri kelihatan cemberut. Seolah ia ingin mengusir Si Nenek. Hingga di stasiun berikutnya SinGadis turun karena mungkin sudah sampai.
Setelah Si Gadis turun, penumpang di sebelah tadi memuji Si Nenek dan menanyakan, bahwa mengapa Si Nenek tidak marah pada Gadis tadi. Yang seharusnya marah Nenek, bukan Gadis tadi. Si Nenek hanya tersenyum dan menjawab, "Kita naik kereta tidaklah lama, dari stasiun satu ke stasiun berikutnya. Demikian pun kehidupan. Mengapa kita harus marah atau memasalahkan hal tidak penting, sedangkan hidup, sungatlah singkat.
Memerhatikan ilustrasi di atas betapa hidup tak ada artinya jika hanya memasalahkan hal yang tidak seharusnya jadi masalah. Umpanya marah, melihat tingkah laku orang lain, atau diri sendiri yang bersifat negatif. Ibarat stasiun. Tahapan hidup tidaklah lama. Hidup usia anak-anak, remaja, dewasa, tua, sudahkah semua dijalani dengan penuh manfaat baik untuk diri sendiri maupun orang lain?
Seperti halnya harapan penulis tahun 2025 kemarin punya target ingin menerbitkan dua buku tunggal, ternyata itu gagal. Penulis yakin pada tahun sekarang 2026 target dua buku tunggal harus penulis tuntaskan. Bahkan harus ditambah dua buku tunggal lagi. Penulis ingin mengubah kebiasaan, berusaha untuk menulis tiap hari. Bismillah!
Sebagaimana apa yang dikemukakan Ary Ginanjar Agustian bahwa jika ingin mengubah hidup, ubahlah empat hal. Tahun 2026 tahun baru, harapan baru. Apa saja yang diubah, yakni sebagai barikut.
Pertama, mengubah lamunan. Artinya, mengubah apa yang dipikirkan, mengubah pola pikir ke pola pikir yang lebih maju dan kreatif. Mengusahakan tidak berada di zona nyaman. Sebaliknya mengubah mind set ke luar dari zona nyaman.
Kedua, mengubah kebiasaan. Kebiasaan yang dilakukan tidak hanya itu itu saja, tetapi ubah kebiasaan ke arah yang lebih baik. Misalnya ubah kebiasaan tidur setelah subuh menjadi tidak tidur setelah subuh. Kebiasaan melalaikan solat menjadi solat tepat waktu. Kebiasaan tidak menulis setiap hari mengusahakan menulis setiap hari.
Selanjutnya, ketiga mengubah buku bacaan. Menurut hemat penulis, boleh jadi mengubah jumlah bertambah buku bacaan atau tidak monoton hal-hal tertentu saja yang menjadi bahan bacaan. Buku bacaan diubah ke hal-hal ysng lebih luas hingga menambah wawasan dan motivasi diri.
Terakhir keempat, berusaha mengubah bicara. Maknanya, mengubah isi pembicaraan, cara berbicara, maupun gaya berbicara. Tetapi, buksn berarti dilebih-lebihkan atau berlebihan. Apa yang dibicarakan isi, cara, dan gayanya lebih baik dari pembicaraan sebelumnya. Pembicaraan yang bermanfaat, baik bagi diri sendiri maupun orang lain.
Mengubah empat hal tersebut tidaklah mudah. Manusiawi jika kita tidak bisa mengubah sekali gus empat hal itu. Setidaknya apa yang ditargetkan baik itu lamunan atau pemikiran, kebiasaan, buku bacaan, dan pembicaraan minimal ada perubahan. Berubah secara kuantitatif maupun kualitatif. Yang belum baik menjadi baik, yang baik menjadi lebih baik. Sehingga pada kehidupan yang singkat ini, kita akan lebih banyak menimba manfaat daripada mudarat. Semoga!
Bandung Barat, 1 Januari 2026
#1
Hanya menghitung jam, tantangan menulis langsung disambar saja. Keren Teh...
BalasHapus