SAATNYA MELUANGKAN WAKTU KUMPUL SANAK SAUDARA



SAATNYA MELUANGKAN WAKTU KUMPUL SANAK SAUDARA


Urusan dinas pekerjaan tiada henti seiring nafas yang terus lengket mendampingi tubuh. Berbeda dengan bertemu sanak saudara jikalau kita tidak mementingkan dan menargetkan waktu untuk bertemu, sulit sekali berjumpa. Bertemu sanak saudara apalagi kita berada di perantauan dan mudik ke kampung paling banyak bertemu dua kali dalam setahun. Kecuali ke kampung yang bisa ditempuh misalnya hanya tiga jam perjalanan.

Hari Sabtu, 24 Januari 2026 adalah hari yang ditunggu, yakni hari liburan bersama  setelah beberapa minggu sebelumnya saya, keluarga, Ibu, adik, dan Kakak, diskusi menyamakan peresepsi waktu untuk bertemu dan berlibur. 

Pukul 09.30  saya, suami, anak, dan cucu berangkat dari rumah menuju Purwakarta. Tujuan utama liburan adalah wikayah Kuningan, yakni daerah sekitar Kaki Gunung Ceremai. Saya janjian dengan Ibu, keluarga adik, dan Kakak bertemu langsung di lokasi. 

Sungguh bahagia ketika bepergian bersama cucu. Anak usia jelang lima tahun yang sedang lucu-lucunya banyak bertanya, banyak bicara. Ya, terkadang nangis karena kesal perjalanan atau ingin sesuatu. 

Sepanjang jalan, kadarulloh tiada henti-hentinya hujan. Cuaca musim hujan tidak menyurutkan bahagia saya dan keluarga. Waktu duhur, kami berhenti di warung makan untuk solat, istirahat dan makan (soliskan). 

Usai soliskan perjalanan dilanjut menuju lokasi villa "Varvara Hill", kurang lebih satu jam perjalanan dari tempat soliskan. Medan jalan yang mulai menanjak dan berkelok berbeda dengan jalan tol yang dilewati tadi. Namun, sepanjang jalan, pemandangan lebih seru dan menawan walau seiiring dengan banyak bergayutnya awan. 

Selama perjalanan seru dan menanjak, ada kekhawatiran kami, karena di sisi kiri dan kanan jalan banyak tebaran daun pohon pinggir jalan. Kami dalam mobil saling bincang bahwa sepertinya telah terjadi angin kencang di sekitar perjalanan yang dilalui. Bahkan sesekali angin kencang dialami juga  oleh kami selama perjalanan. 

Ibu, keluarga adik, dan keluarga kakak telah lebih dulu sampai di lokasi villa. Kami menyusul lebih dari satu jam kedatangan mereka di Villa. 

Ketika sampai di lokasi parkir villa, serta-merta terjadi angin hebat. Sementara suami memarkir mobil, sementara itu pula kayu, seng banyak yang terbang. Suara gaduh angin dan barang yang tertabrak angin suara menjadi gaduh. Kasian juga Cucu, ia menangis karena takut digendong ibunya. 

Sebentar dalam ketegangan dan rasa takut, di sela angin menjauh, kami dianter petugas  menuju villa. Sambutan luar biasa! Kami dapatkan  dari keluarga Kakak  A Maman, dan adik, Bi Mumun. Empat belas orang kami berkumpul dalam villa. 

Lagi-lagi terjadi kembali angin ribut. Kami benar-benar dalam ketegangan dan ketakutan. Bersyukur, menjelang magrib angin mereda,  bahkan sepanjang malam sampai pagi pun, tidak terjadi angin ribut lagi. Kami larut di malam minggu dan minggu pagi dalam suasana bahagia. 

Kami cek out villa pukul 10.30. Selanjutnya sebelum pulang Kami menuju objek wisata Botanika. Keseruan bertambah manakala, kami berenam naik plosotan kurang lebih 100 meter dari atas ke menurun. Balik lagi ke tempat semula dengan berjalan kaki. 

Tidak terasa waktu sudah menunjukkan pukul 13.00. Kami tiga mobil  beriringan menuju rumah makan untuk soliskan. Pukul 14.an kami kembali pulang menuju rumah masing-masing. Menjelang Magrib, saya, suami, anak, dan cucu telah sampai di rumah dengan selamat. Terimakasih, Ya Alloh!


Bandung Barat, 26 Januari 2026

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Pembelajaran dari Kedatangan Seekor Kucing Sakit

PEK KOPER, MANEH BALIK TIHEULA NYA!