BERKESADARAN, BERPIKIR POSITIF, DAN BERKOLABORASI

 BERKESADARAN, BERPIKIR POSITIF, DAN BERKOLABORASI


BERKESADARAN, BERPIKIR POSITIF, DAN BERKOLABORASI


Arus informasi secepat kilat di era digital memengaruhi setiap relung kehidupan saat ini. Perubahan lapak kehidupan secara sadar  atau tidak pastinya dialami setiap insan. Ibarat bola pingpong yang ditumpuki kerikil, lalu disiram air, lantas bola pingpong naik seiring siraman air. Naah, mampukah di era digital ini posisi kita seperti bola pingpong?

Bola pingpong ibaratnya adalah potensi, air sebagai energi, sedangkan kerikilnya adalah masalah kehidupan. Sungguh indah ilustrasi tersebut. Artinya bahwa yang diperlukan saat ini adalah kesadaran mendalam terhadap realitas kehidupan. Sadar dan menyadari kita memiliki potensi sekaligus energi yang akan memecahkan tantangan dalam hidup dan kehidupan.

Demikian pun guru atau tendik menyadari bagaimana ketika memasuki awal pembelajaran semester genap setelah memasuki awal tahun baru 2026. Sebagai guru dan tenaga pendidikan di awal pembelajaran seyogyanya telah memiliki persiapan matang mengawali pembelajaran. Pembelajaran yang bukan hanya menggugurkan kewajiban, tetapi pembelajaran mendalam hasil inovasi dan refleksi dari pembelajaran sebelumnya. Inilah hal bahwa kita betul-betul sadar (minfull) sebagai salah satu prinsip pembelajaran mendalam. Sadar akan tugas dan kewajiban sebagai guru. Sadar secara fisik dan juga mental. 

Idris Apandi, (2025:18) secara eksplisit *mindful* maksudnya adalah murid menyadari benar atau merasakan dirinya hadir di kelas baik secara fisik maupun mental, serta siap mengikuti proses pembelajaran. Tidak hanya murid yang berkesadaran, tetapi seperti dijelaskan pada paragraf di atas, guru pun menyadari bahwa dirinya telah siap secara fisik dan mental untuk membimbing, mengarahkan, dan melaksanakan  proses hingga merefleksikan pembelajaran yang dilakukannya.

Pembelajaran dalam satuan pendidikan bukan proses sekali jadi. Proses pembelajaran adalah realisasi tantangan dan perjuangan tersendiri. Guru sejatinya berpikiran positif. Tak ada keberhasilan tanpa tantangan dan perjuangan. Sepelik apa pun kerikil atau kesulitan dengan energi dan pikiran positif dipastikan pembelajaran semakin menarik,  efektif, sesuai  tuntutan era digital saat ini. 

Proses pembelajaran di satuan pendidikan dalam praktiknya tak akan ada keberhasilan tanpa disertai dengan kolaborasi antarelemen terkait. Kolaborasi baik secara vertikal maupun horizontal. Satuan pendidikan seyogyanya selalu ada kemistri yang baik dengan dinas terkait, pemerintah, maupun masyarakat. Demikian pun kolaborasi  antarguru, guru dengan atasan. guru dengan murid, ataupun antarmurid. Kolaborasi dalam pembelajaran adalah sebuah keniscayaan. Sebagaimana tercantum dalam delapan profil lulusan. Kolaborasi dalam pembelajaran menjadi dasar bersikap murid, memupuk jiwa kepemimpinan, kritis, gotongroyong, tanggung jawab, dan sebagainya.

Selain membentuk sikap positif murid yang lebih awal dan utama justru dengan berkolaborasi, guru akan lebih kreatif, inovatif, serta reflektif. Melalui kolaborasi pembelajaran diharapkan lebih membangun kesadaran, berpikir positif untuk terus belajar  dan berpikiran maju. Bisa!

Sumber bacaan: 

Apandi, Idris. 2025. Memahami Deep Learning Tanpa Pening. Yogyakarta; Samudera Biru. 

Bandung Barat, 2 Januari 2026

#2

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Pembelajaran dari Kedatangan Seekor Kucing Sakit

PEK KOPER, MANEH BALIK TIHEULA NYA!