MEMBANGUN KOLABORASI DALAM PEMBELAJARAN MENDALAM

 MEMBANGUN KOLABORASI DALAM PEMBELAJARAN MENDALAM


Tidak mudah mengubah hidup. Salah satunya mengubah kebiasaan. Termasuk mengubah kebiasaan pembelajaran konvesional ke arah pembelajaran inovasi, atau pembelajaran hasil reflektif. Pembelajaran Mendalam (PM) yang merupakan pembelajaran transformasional lebih dari sekadar transfer pengetahuan, berpusat pada murid, hingga murid memahami, mengaplikasi, serta dapat merefleksi hasil pembelajaran. PM adalah pembelajaran yang sungguh-sungguh memerlukan kolaborasi, dan sinergitas antarelemen terkait. 

Konsep PM jika tidak dibiasakan diaplikasikan dalam pembelajaran, dunia pendidikan tak akan ada perubahan. Seberapa hebat, dan bagusnya kebijakan tak akan dapat mengubah keadaan manakala guru sebagai pelaksana pembelajaran tidak menjadikan PM sebagai pendekatan pembelajaran. Guru inovatif dan reflektif selamanya selalu ingin mengubah pembelajaran ke dalam pembelajaran yang lebih pariatif. 

Sebagaimana prinsip belajar murid pada PM, yang terdiri atas prinsip berkesadaran (mindful learning), bermakna/kontekstual (mainingful learning), dan menyenangkan (joyful learning). Lalu pengalaman belajar  yang mengarahkan murid dapat memahami, mengaplikasi, sampai merefleksi materi pembelajaran, harus sudah diimplementasikan dalam pembelajaran. 

Pelaksanaan PM tidak semudah membalikkan telapak tangan, tetapi tidak pula menjadi batu sandungan dalam pembelajaran. Guru dengan PM ini selayaknya keluar dari zona nyaman. Bergerak dan maju melalui kolaborasi dengan teman sejawat, atau MGMP. Tidak lupa pula bersinergi dengan KS atau pengawas untuk melakukan IHT dan sebagainya. 

Kolaborasi PM dalam MGMP dapat dilakukan umpamanya  lewat pelaksanaan lesson study berbasis sekolah atau MGMP itu sendiri. Lessson study (LS) sebagai konsep belajar dari pembelajaran dengan prinsip saling belajar atau mutual learning memberikan alternatif pembelajaran yang lebih inovatif.  Langkah LS meliputi PLAN, DO, dan SIE akan terlaksana dengan baik jika dilakukan secara bersama-sama. 

Sungguh luar biasa! Pendekatan pembelajaran yang ditempuh lewat PM, lalu pelaksanaannya dilakukan secara bersama dengan LS, dipastikan pembelajaran akan lebih seru. 

PLAN (perencanaan), mulai dari membuat RPP didiskusikan, lalu siapa penyaji atau guru modelnya. DO, (Pelaksanaan), yakni observasi langsung pada pembelajaran. Ada kolaborasi dalam menilai dan memerhatikan belajar murid. See (refleksi) dilakukan setelah observasi pada pelaksanaan pembelajaran. Refleksi pertama dikemukakan oleh guru model tentang pembelajaran yang telah dilakukan. Apa yang sudah dan belum terlaksana sesuai  RPP, dan bagaimana   murid berkesadaran, kebermaknaan, dan kesenangan didalam belajarnya. Terakhir sumbang saran yang membangun dari observer. 

Dapat saya sampaikan bahwa kolaborasi PM melalui lesson studi hanyalah sebuah alternatif. Yang paling utama adalah kolaborasi dibangun dengan maksud peningkatan pembelajaran. Guru dituntut untuk mau membuka diri dan kolaborasi dengan guru lain bagaimana mengimplementasikan PM agar terus berkelanjutan. Bisa! 


Bandung Barat, 4 Januari 2026

Disempurnakan 5 Januari 2025

Artikel #4


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Pembelajaran dari Kedatangan Seekor Kucing Sakit

PEK KOPER, MANEH BALIK TIHEULA NYA!