RAPAT AWAL SEMESTER MEMBANGUN SINERGITAS YANG PAS
RAPAT AWAL SEMESTER MEMBANGUN SINERGITAS YANG PAS
Senin, 12 Januari 2026 adalah hari pertama masuk semester genap. Seperti biasa awal masuk sekolah, pembelajaran hari pertama tidak serta merta mengacu pada materi, tetapi hari pertama dimulai dengan pengarahan pembelajaran dalam bentuk refleksi atau membuat kesepakatan kelas, bersih-besih kelas dan sebagainya. Usai mengarahkan pembelajaran, guru dan tendik, saya ajak untuk rapat awal semester.
Sebagai pimpinan, dalam rapat saya sampaikan hal-hal sebagai berikut. Pertama, disampaikan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada rekan wakil kepala sekolah, guru, dan tendik atas kinerja mereka dan kerja-sama yang telah dilakukan selama ini. Tanpa kerja sama dan semangat kerja mereka, proses pembelajaran khususnya dan umumnya kinerja di satuan pendidikan tidak akan berjalan dengan baik sesuai visi, misi sekolah.
Kedua, sebagai pimpinan satuan pendidikan sudah selayaknya selalu memohon maaf atas perilaku manajerial selama ini. Selalu mengapresiasi dan memohon maaf adalah sarana membangun sinergi efektif dengan guru dan tendik.
Ketiga, bersama guru dan tendik merefleksi kegiatan pembelajaran semester ganjil. Hambatan, tantangan, serta peluang apa yang dialami untuk melakukan tindak lanjut pada semester berjalan.
Keempat, saya sepintas menguatkan pada mereka bagaimana pelaksanaan Pembelajaran Mendalam (PM), program Gapura Panca waluya dan sebagainya. Intinya apa pun kebijakan, kita baca, simak, dan laksanakan disesuaikan dengan kondisi satuan pendidikan.
Terakhir, saya memberi semangat untuk selalu berubah. Menurut Ary Ginanjar Agustian jika seseorang ingin berubah dan maju, ada 4 aspek yang harus diubah, yakni 1) lamunan, 2) kebiasaan, 3) buku bacaan, dan 4) pembicaraan.
Lamunan, mengacu pada pola pikir atau mind set. Pola pikir yang berubah selalu membuat rancangan yang nantinya diputuskan dalam tindakan. Menentukan satu atau dua kebiasaan untuk diubah adalah tindakan nyata untuk terus maju. Contoh sederhana membiasakan selalu melihat kebersihan kelas sebelum memulai pembelajaran. Membaca buku pun diubah baik secara kualitatif maupun kuantitatif. Naah, terakhir pembicaraan. Tentunya bicara yang bermanfaat yang diambil dan terus dilakukan dalam tindakan.
Selanjutnya, rapat diisi dengan paparan program kegiatan wakasek kurikulum, kaitan dengan jadwal dan penglolaan kinerja. Berlangsungnya diskusi rapat memberi kehangatan, dan sinergitas yang pas sebagai pondasi utama menuju kinerja berikutnya yang lebih maju. Semoga!
Sumber bacaan;
https://www.facebook.com/share/r/1DX1izFk8U/
Komentar
Posting Komentar